Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Seri: 05


RITUS PEMBUKA

 

 


Tanda Salib
Setelah imam selebran tiba di kursi pemimpin liturgi, ia menghadap umat dan mengajak mereka menandai dirinya dengan tanda Salib. Sebagai tanda atau lambang pengungkapan kebenaran sejati yang sedang terjadi pada diri umat. Kebenaran sejati dimaksud ialah tata
gerak menandai diri dengan tanda Salib, menyadarkan dan mengingatkan diri akan Sakramen Pembaptisan yang telah diterima, sebab melalui tanda Salib, diri kita diangkat menjadi anak-anak Allah dan dimasukan menjadi anggota Gereja (Tubuh Mistik Kristus). Diri kita yang telah dibaptis dan segala sesuatu yang dilakukan dalam liturgi sekarang ini dalam nama Trinitas: dalam Allah Bapa, dengan pengantaraan Putera-Nya dan bersama dengan kekuatan Roh Kudus.


Tanda Salib yang kita buat pada tubuh kita, juga bermakna mengingatkan kita bahwa jantung dari Perayaan Ekaristi adalah Misteri Paskah Kristus (Penderitaan, Kematian, dan KebangkitanNya). Dan lagi seluruh doa kita yang diawali dengan tanda Salib sedang mengungkapkan bahwa semua pribadi beriman yang berhimpun adalah milik Yesus Kristus yang mencintai kita dan sebaliknya pula kita juga mencintai Dia. Kata “Amin” diserukan pada akhir Tanda Salib sebagai ungkapan persetujuan hati kita terhadap  peristiwa iman yang sedang terjadi: “Ya, saya setuju.”


Imam selebran kemudian memberi salam kepada umat: Tuhan bersamamu.

Umat menjawab: Dan bersama rohmu.

Salam imam selebran dan jawaban umat ini mengingatkan kita bahwa Roh Kristus yang telah bangkit dan diterima pada saat pembaptisan itu, saat ini dan di sini (hic at nun) hadir dalam diri imam selebran dan dalam diri segenap umat beriman yang percaya dan berhimpun untuk merayakan Ekaristi bersama dengan Kristus Tuhan. Jadi, Roh Tuhan sendirilah yang memimpin Perayaan Ekaristi.
 


Kursi Imam Selebran
Tanda Salib dilakukan dari kursi imam selebran (pemimpin liturgi). Berdiri di depan kursi pemimpin liturgi sebagai lambang kewibawaan
seorang pemimpin, gembala, pengajar, dan pengantar doa. Maka mulai sejak Tanda Salib sampai usai Doa Pembuka, imam selebran tetap berdiri di depan kursi pemimpin liturgi. Oleh karena itu, kursi imam selebran itu tidak hanya punya arti fungsional, tetapi juga sarat dengan makna simbolis, teologis-liturgis.

 

P. Tinus Sirken, OSC