Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Seri: 08


LITURGI SABDA


Unsur-unsur Dasar Pembentuk Liturgi Sabda: Bacaan Pertama, Mazmur Tanggapan, Bacaan Kedua, Bait Pengantar Injil, Bacaan Injil, Homili, Syahadat, dan Permohonan Umat.

 

 

 

 


Kita Menanggapi Allah Dengan Menyanyikan Mazmur Tanggapan


Makna Mazmur Tanggapan
Umat semestinya hening setelah Pembacaan Pertama, kemudian Mazmur Tanggapan dibacakan oleh seorang umat atau dinyanyikan oleh seorang Kantor/Pemazmur. Mazmur Tanggapan adalah jawaban kita bersama kepada Sabda Allah yang telah kita dengarkan bersama pula. Maka proses internalisasi Sabda Allah itu: setelah kita mendengarkan Sabda Allah, kita merenungkan, kita meresapkannya, dan memberikan jawaban yang indah secara bersama-sama. Umat menjawab karya-karya Allah yang masih berlangsung hingga kini dengan pujian melalui Mazmur Tanggapan ini. Mazmur-mazmur adalah nyanyian kepada Allah. Melalui bagian Antifon Mazmur kita menanggapi dan mengulangi pesanan dari pembacaan pertama, serta siap untuk mendengarkan Injil. Seperti bacaan pertama dihubungkan dengan Injil pada hari-hari Minggu, maka Mazmur dan tanggapannya juga dihubungkan dan dapat berlaku sebagai jembatan antara dua bacaan. Mazmur Tanggapan memiliki makna liturgis serta pastoral yang penting karena menopang permenungan atas Sabda Allah. Mazmur Tanggapan hendaknya sesuai dengan bacaan yang bersangkutan, dan biasanya diambil dari Buku Bacaan Misa (Lectionarium).

 


Cara Membawakan Mazmur Tanggapan
PUMR 61 menganjurkan, sekurang-kurangnya pada bagian antifon yang dibawakan oleh umat sesuai dengan hakikat Mazmur yang adalah suatu nyanyian. Pemazmur dapat bernyanyi dari meja sabda (mimbar) atau tempat lain yang cocok. Sebaiknya pemazmur dibedakan dari solis, yang lebih berfungsi sebagai petugas dalam kelompok paduan suara. Namun jika tidak ada pemazmur, tugas ini dapat dirangkap oleh solis. Kalaupun solis tidak ada, lektor dapat mengambil alih tugas ini. Bahkan, kalau semua petugas yang diharapkan itu tidak ada, imam selebran pun dapat melakukannya. Cara membawakan Mazmur; misalnya, pemazmur memulai sendirian membawakan antifon, kemudian diulangi oleh umat. Lalu pemazmur membawakan ayat per ayat, setelah setiap ayat ditanggapi umat
dengan menyanyikan antifon. Dengan kata lain, gaya antara pemazmur dan umat menyanyikan Mazmur Tanggpan ini adalah bergaya “responsorial”, artinya saling balas-balasan atau tanggaptanggapan. Sebagai
catatan penting bahwa, istilah “Lagu Antar Bacaan” dalam Misa sebenarnya sangat tidak tepat, karena istilah 'lagu antar bacaan' itu dapat dengan mudah membelokkan makna terdalam dan fungsi liturgis yang sebenarnya. Jadi, secara liturgis yang tepat dan benar adalah Mazmur Tanggapan.

 

P. Faustinus Sirken,OSC