Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

 

Seri: 10


Mendengarkan Allah Berbicara Dari Meja Sabda

 

 

 

Melalui Para Pelayan Sabda
Petugas-petugas khusus ditunjuk atau bahkan dilantik untuk keperluan pelayanan ini. Lektor adalah para petugas pembaca Bacaan Pertama dan Kedua dengan suara yang piawai lantang dan jelas. Maka ada lektor yang membacakan Bacaan Pertama dan lektor yang membacakan Bacaan Kedua. Pemazmur adalah petugas yang menyanyikan Tanggapan Mazmur dengan gaya responsial bersama dengan semua umat. Solis bersama Paduan suara memandu semua umat dalam menyanyikan Bait Pengantar Injil, maka bukanlah tugas imam selebran. Diakon ditahbiskan untuk tugas khusus pembaca Injil. Jika imam selebran tidak didampingi oleh diakon, maka imam itu sendiri boleh ambil alih tugas diakon. Tetapi jika diakon absen dalam suatu perayaan konselebrasi, imam selebran sebaiknya menugasi salah satu imam konselebran untuk memproklamasikan Injil. Imam selebran sendirilah yang menyampaikan homili, dan bukanlah diakon atau bahkan seorang awam (seorang suster atau frater) yang menggantikan homili dengan suatu kesaksian hidup lain. Uskup memberikan homili bila ia hadir dalam Perayaan Ekaristi.
Melalui Partisipasi Aktif Umat
Ketika Bacaan Pertama dan Bacaan Kedua sedang dikumandangkan, partisipasi aktif seluruh umat adalah mendengarkan dengan telinga dan mengarahkan pandangan mata kepada sang pembaca. Sikap tubuh “duduk” dianggap menunjang tindakan “mendengarkan” dan “memandang” ini. Inilah sikap komunikatif yang benar dan tepat dalam interaksi antarpribadi, mendengarkan dia yang berbicara sambil memandangnya. Maka tidak perlu membaca Alkitab atau warta paroki, tidak perlu “mencocokkan” antara Sabda yang tertulis dan yang dibacakan. Dalam Liturgi Sabda, setiap kita haruslah mendengarkan dengan hati, bukanlah sekedar mendengar.
Melalui Penyambutan Menyambut Injil
Setelah Bacaan Kedua, umat semestinya hening sejenak, kemudian semuanya berdiri menyanyikan Alleluia untuk menyiapkan diri mendengarkan Injil Yesus. Alleluia adalah suatu lagu gembira yang berarti ‘Memuji Allah' yang kita hubungkan dengan Kebangkaitan Yesus. Pada masa Prapaskah kita telah ‘berpuasa’ menyanyikan Alleluia, sehingga Alleluia Paskah yang kita nyanyikan ini memiliki suatu energi khusus’.P. Faustinus Sirken, OSC