Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

 

Seri: 12


Proklamasi Injil Tuhan

 

 

 

Persiapan mendengarkan Injil
Pembacaan Injil didahului dengan dialog singkat antara pembaca Injil dan seluruh umat. Imam atau diakon menyapa umat dengan mengucapkan/menyanyikan: Tuhan bersamamu, dan tanggapan seluruh umat dengan mengucapkan/menyanyikan: Dan bersama rohmu. Kemudian, pembaca Injil mengumumkan bacaan dengan ucapan/nyanyian: Inilah Injil Yesus Kristus menurut… [Matius-Markus-Lukas-Yohanes], semua umat menanggapi dengan ucapan/nyanyian: Dimuliakanlah Tuhan. Diakon atau imam kemudian membuat tanda salib pada teks Bacaan Injil yang akan diproklamasikan. Ia juga membuat tanda salib pada dahinya, bibirnya dan dada (hatinya). Demikian juga semua umat membuat tanda salib pada dahi, bibir dan dada (hati). Setelah tiga tanda salib, pembaca injil mendupai Kitab Injil dengan menggoyangkan “wiruk” sebanyak tiga kali (ke depan, ke kiri, dan ke kanan) menghormati Kristus melalui tanda Kitab Injil. 
Makna liturgis membuat tanda Salib
Dengan jari tangan kita membuat tanda salib pada dahi, punya makna bahwa kita minta Sabda Allah menjadi terang bagi ingatan dan pikiran kita; membuat tanda salib pada mulut, punya makna bahwa kita minta kata-kata dan perbuatan diri kita memberikan kesaksian terhadap Sabda Allah; dan membuat tanda salib pada dada (hati), punya makna bahwa kita minta Sabda Allah itu dapat meresap masuk ke dalam hidup kita melalui perilaku cinta yang nyata.
Kita mendengarkan Sabda Allah punya makna spiritual atau makna rohani yaitu mendengarkan pesan yang Allah ungkapkan kepada kita. Maka kita mendengarkan dengan maksud untuk mengetahui dan meresapi pesan atau warta yang Allah mohonkan bagi kita supaya dilakukan. Bersambung...Faustinus Sirken, OSC