Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by viagra online buy Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want a powerful treatment because buy viagra professional Erection dysfunction is triggered as an effect of insufficient blood circulation to the member. The decrease buy female viagra For CVS, its not the initial time its located itself in in some trouble buy discount viagra Still another very important benefit of the online pharmacy is the characteristic of providing the common medicines, which will viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the buy viagra now A disfuno ertil ocorre geralmente em associao com doenas como diabetes, presso distrbios that is arterial alta viagra best buy Most individuals who purchase Viagra online do it for the other both or some particular motivation they do not have buy viagra online from canada
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Seri : 18

Persiapan Altar dan Persembahan

Lambang Yesus Mengambil Roti dan Anggur

Kolekte, Perarakan Persembahan

Para pelayan MENYIAPKAN ALTAR, meja Tuhan yang menjadi pusat seluruh Liturgi Ekaristi. Mengatur korporale, purifikatorium, piala (kecuali jika piala disiapkan di meja kredens), palla, dan buku Tata Perayaan Ekaristi di meja altar. Pada saat yang sama, umat MENYIAPKAN PERSEMBAHAN yang diawali dengan KOLEKTE – collecta artinya mengumpulkan. Maka kolekte adalah tindakan mengumpulkan hasil kerja manusia dan yang diambil dari bumi, misalnya uang atau bahan persembahan yang lain untuk kehidupan masyarakat dan Gereja, khususnya sesama yang tidak mampu. Kemudian wakil-wakil umat MENGHANTAR ke depan altar bahan-bahan persembahan: roti dan anggur yang akan dikuduskan dalam Doa Ekaristi dan bahan persembahan lain untuk keperluan Gereja dan orang miskin. Lalu diterima oleh imam (selebran utama) atau diakon di tempat yang pantas dan dibawa ke altar. Sedangkan Uang dan bahan persembahan yang lain dapat diletakan di suatu tempat yang layak, namun jauh dari altar atau meja Ekaristi. Pada liturgi zaman dulu, umat membawa roti dan anggur miliki mereka sendiri, zaman sekarang terwujud dalam bentuk yang lain. Meskipun bentuk yang berbeda namun tetap mengandung arti dan nilai rohani yang sama [PUMR 73].

Urutan perarakan persembahan: pertama, pembawa roti (dalam sibori) dan anggur (dalam piala) dan air (dalam ampul); kedua, pembawa hasil-hasil bumi, misalnya: buah-buahan, sayur, padi, dsb; dan terakhir pembawa hasil kolekte. Para wakil umat ini berjalan berdua-dua, didampingi oleh putra-puteri altar tanpa membawa lilin, dan atau putera-puteri altar bersiap di samping selebran utama atau diakon untuk menerima bahan persembahan dari tangan selebran utama atau diakon. Maka selebran utama atau diakon sendirilah yang langsung menerima bahan-bahan persembahan itu dari wakil umat dan menyerahkannya kepada putera-puteri altar untuk diletakan pada tempat yang semestinya. Selebran utama setelah menerima bahan persembahan dari wakil umat, ia tidak perlu memberi berkat kepada para pembawa persembahan ini sebab pemberian berkat umum untuk umat hanya terjadi pada akhir Perayaan Ekaristi. Selebran utama sebaiknya hanya dapat mengucapkan terima kasih saat menerima persembahan dari tangan setiap wakil umat. Bersambung P. Tinus Sirken, O.S.C.