Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

 

Seri: 20


Makna Tata Gerak Liturgi

 

 

 

Mengangkat dan Memperlihatkan
Tata gerak mengangkat tingkat satu, yaitu imam selebran utama dalam doa pengunjukan persembahan mengangkat sibori – patena tebal dengan roti di atasnya dan piala berisi anggur rendah saja. Tata gerak mengangkat tingkat dua, yaitu imam selebran utama mengangkat roti dan piala sedikit tinggi sambil memperlihatkan sebagai Tubuh dan Darah Kristus kepada umat dengan mengucapkan kembali kata-kata Yesus dalam Kisah Institusi. Tata gerak lain lagi yang setara dengan tingkat kedua ini yaitu pada waktu imam selebran utama memperlihatkan hosti terpecahkan didampingi sibori atau piala sambil mengatakan “Inilah Anak Domba Allah…”. Tata gerak mengangkat tingkat tiga, yaitu selebran utama mengangkat roti dan piala paling tinggi sambil menyanyikan doksologi penutup dari Doa Syukur Agung. Setiap tata gerak mengangkat dan memperlihatkan, dari tingkat rendah hingga tingkat paling tinggi mengandung simbolisasi perubahan makna persembahan: yakni perubahan dari roti dan anggur, makanan dan minuman biasa menjadi Tubuh dan Darah Kristus, dan perubahan mencapai puncaknya pada Tubuh yang dibagikan dan Darah Kristus yang tertumpah bagaikan anak domba yang mati sebagai kurban.  
Pendupaan dan Arti Pendupaan
Bila ada pendupaan, selebran utama lalu mengisi pedupaan dan mendupai bahan persembahan, salib dan altar sebagai lambang persembahan dan doa yang naik ke hadirat Allah seperti kepulan asap dupa yang membubung ke hadapan Allah. Kemudian, seorang pelayan (diakon atau akolit) mendupai selebran utama dari sisi altar. Seterusnya, pelayan yang sama mempersilahkan imam-imam konselebran berdiri untuk didupai, dan kemudian ia pergi di hadapan seluruh umat mempersilahkan mereka berdiri untuk didupai. Imam
selebran utama dan para imam konselebrasi didupai karena alasan pelayanannya yang kudus, dan seluruh umat didupai karena martabat luhur yang mereka peroleh dari pembaptisan [PUMR 75 & 144].
Pencucian Tangan dan Maknanya
Sesudah doa pribadi selebran utama: Dengan rendah hati dan tulus… atau sesudah ia didupai, selebran utama kemudian mencuci tangannya di sisi meja altar. Pada saat air dituangkan di atas tangannya oleh seorang pelayan, selebran utama berdoa dalam hati: Ya Tuhan, bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku dan sucikanlah aku dari dosaku [PUMR 145]. Ritus pencucian tangan ini melambangkan bahwa imam selebran utama menginginkan hati yang bersih [PUMR 76]. Kemudian, ia kembali berdiri di pusat altar, menghadap ke arah umat, membuka tangan dan mengatupnya kembali sambil berkata: Berdoalah, saudara-saudari, supaya persembahanku dan persembahanmu berkenan pada Allah, Bapa yang maha kuasa. Seluruh umat berdiri dan menanggapi ajakan imam selebran dengan berdoa: Semoga persembahan ini diterima demi kemuliaan Tuhan dan keselamatan kita serta seluruh umat Allah yang kudus. Sesudah itu, ia membawakan doa atas persembahan yang ditutup oleh umat dengan seruan Amin.

 

 
Bersambung ... Pst. Tinus Sirken, O.S.C.