Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which can be just buy viagra usa Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy If you are afflicted with impotency and want a powerful treatment because buy viagra professional Still another very important benefit of the online pharmacy is the viagra buy cheap Erection dysfunction is triggered as an effect of insufficient blood circulation to the member. The decrease in blood flow buy female viagra A disfuno ertil ocorre geralmente em associao com doenas como diabetes, presso distrbios that is arterial alta ou hipertenso, doenas viagra best buy Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass buy brand viagra The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and buy viagra now For CVS, its not the initial time its located itself in in buy discount viagra We can easily see the various changes in almost any field unique in buy viagra cheap online
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

 

Seri: 21


Doa Atas Persembahan

 

 

 

Doa Atas Persembahan
Oratio Super Oblata – Doa Atas Persembahan ini mengakhiri persiapan persembahan dan sekaligus menyiapkan atau menghantar kepada Doa Syukur Agung. Oleh karena itu, setelah semua ritus yang mengiringi persiapan persembahan sudah dilaksanakan, maka sekarang selebran utama mengundang umat untuk berdoa dengannya. Dengan merentangkan tangan, ia menyanyikan atau mengucapkan Doa Atas Persembahan dan ia mengakhiri doa tersebut dengan penutup singkat: … dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami – per Christum Dominum nostrum. Namun kalau, Putera disebut pada akhir doa maka diakhiri dengan: yang hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa – qui vivit et regnat in saecula saeculorum. Umat, menyatukan diri mereka dalam doa, menjadikannya sebagai milik mereka dengan mengaklamasikan: Amin – Amin [PUMR 77 dan TPE 2005 hal. 39].
Isi Doa Atas Persembahan
Pada intinya imam memohon kepada Allah agar persembahan yang dibawa umat itu dikuduskan dan dipersatukan dengan kurban persembahan diri Kristus. Doa ini diakhiri dengan penutup yang bersifat kristologis: “Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami” (Per Christum, Dominum nostrum). Struktur dan komposisi doa atas persembahan sama dengan Doa Pembuka (terdiri dari anaklesis, anamnesis, epiklesis, doksologi). Doa atas persembahan ini tidak perlu panjang dan trinitaris seperti dalam Doa Pembuka.
Kehadiran Diakon dan Akolit dalam Perayaan Ekaristi
Persiapan altar, meja Tuhan dapat dilayani juga oleh seorang diakon dan akolit yang hadir dalam perayaan Ekaristi. Persiapannya sebagai berikut: sesudah Permohonan Umum (Doa Umat), saat persiapan persembahan, selebran utama tetap duduk di kursinya. Diakon menyiapkan altar dibantu oleh akolit mengatur kain korporale di atas altar; tetapi pengaturan bejana-bejana kudus dilakukan oleh diakon sendiri. Menyiapkan buku Tata Perayaan Ekaristi (teristimewa bagian Liturgi Ekaristi) di atas altar juga. Kemudian diakon membantu selebran utama menerima bahan persembahan roti dan anggur yang diberikan oleh umat, membawa ke altar, dan mengaturnya. Ia menyerahkan kepada imam selebran patena dengan roti atau hosti di atasnya untuk diunjukan. Sesudah itu, pada meja-samping ia menuangkan anggur dan sedikit air ke dalam piala, sambil berkata dalam hati,  Per huius aquae – sebagaimana dilambangkan…, lalu menyerahkannya kepada imam untuk diunjukan. Bila dipakai dupa, diakon mendampingi imam waktu mendupai bahan persembahan, salib, dan altar. Kemudian diakon atau akolit mendupai imam dan umat [PUMR 178].
Bila diakon tidak hadir dalam Perayaan Ekaristi, maka sesudah Permohonan Umum akolit mengatur korporale, purifikatorium, piala, dan buku Tata Perayaan Ekaristi di atas altar, sementara imam selebran tetap duduk di kursinya. Kemudian, kalau perlu ia membantu imam selebran menerima bahan persembahan umat dan membawa roti serta anggur ke altar untuk diserahkan kepada imam selebran. Kalau diadakan pendupaan, akolit membuka pedupaan bagi imam dan mendampingi dia ketika mendupai bahan-bahan persembahan, salib, dan altar. Kemudian, akolit mendupai imam dan umat [PUMR 190]. Namun, jika diakon atau akolit tidak hadir dalam Perayaan Ekaristi, imam selebran sendirilah yang mempersiapkan bahan-bahan di atas meja altar, dibantu oleh putera-puteri altar, termasuk ritus pendupaan.

 

 
Bersambung ... P. Tinus Sirken, O.S.C.