Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

 

DOA SYUKUR AGUNG

 

GEREJA BERSYUKUR KEPADA ALLAH

 

 

 

 

Elemen-elemen pembentuk Doa Syukur Agung: Doa Pujian (Dialog, Prefasi, Aklamasi Kudus); Doa Syukur (Epiklesis, Kisah Institusi, Aklamasi Anamnesis, Doa Persembahan, Permohonan); Doksologi (Pujian Trinitaris, Amin meriah)

Anaphora – prex Eucharistica – Doa Syukur Agung adalah pusat dan sumber dari Perayaan Ekaristi sebab merupakan pokok tertinggi dari keseluruhan perayaan. Doa Syukur Agung dipahami sebagai doa ucapan syukur Yesus kepada Allah Bapa atas perbuatan-Nya yang agung demi pengudusan diri manusia. Seluruh umat beriman yang hadir karena martabat pembaptisan dalam Kristus berhak dan wajib berpartisipasi secara aktif dalam Doa Syukur Agung Yesus ini sebagai “selebran”, artinya  “yang merayakan” Ekaristi melalui gerak dan kata dirinya. Karena itu, keterlibatan diri secara penuh dalam Doa Syukur Agung ini, pertama-tama dihantar oleh daya kreasi imam (selebran utama) yang memproklamasikan doa ini, dan kemudian konsentrasi hati dan pikiran umat beriman lainnya melalui ekspresi diri atau bahasa tubuh secara konkrit: melihat dengan mata tindakan-tindakan selebran utama di altar, mendengar dengan telinga suara selebran utama yang memproklamasikan isi doa syukur yang dialamatkan kepada Allah Bapa, dengan pengantaraan Kristus Putera-Nya dan seluruh umat menyatakan keyakinan imanya dengan cara mengucapkan atau menyanyikan aklamasi-aklamasi.

Doa Syukur Agung dimulai, sejak selebran utama mengundang seluruh umat untuk mengangkat, mengarahkan hati kepada Tuhan melalui dialog pembuka antara pemimpin dan umat; dia menyatukan persekutuan umat dengan dirinya dalam doa yang ia alamatkan kepada Allah Bapa atas nama seluruh anggota komunitas (Gereja) melalui Yesus Kristus pengantara dan dalam Roh Kudus yang mempersatukan. Karena itu, maksud dari Doa Syukur Agung adalah agar seluruh anggota komunitas umat beriman menyatukan dirinya dengan Kristus untuk mengakui perbuatan Allah yang agung, besar dan untuk mempersembahkan kurban syukur kepada-Nya. Partisipasi aktif seluruh umat beriman sepanjang Doa Syukur Agung terutama mendengarkan dan mengakui perbuatan Allah dalam diri Kristus melalui keheningan dan melihat dengan hormat tindakan-tindakan Kristus sendiri yang dihadirkan kembali oleh selebran utama [PUMR 78]

Dengan demikian, partisipasi aktif seluruh umat secara utuh dalam Doa Syukur Agung dinyatakan melalui ketenangan hati dan penghormatan diri yang mampu menghantar keseluruhan perhatian dirinya kepada perbuatan Allah melalui tindakan dan kata Kristus di Altar: melalui roti dan anggur persembahan diri Kristus; ucapan syukur bersama Dia; dan dalam Dia pula seluruh umat beriman yang berkumpul (sebagai simbol persembahan Gereja) mempersembahkan diri dan hidupnya bersama Kristus kepada Allah Bapa yang kekal dalam persatuan Roh Kudus.

Di Indonesia, kita memiliki buku Tata Perayaan Ekaristi 2005 yang diterbitkan dan dipromulgasikan oleh Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), terdapat Doa Syukur Agung I hingga Doa Syukur Agung X. Namun untuk maksud katekese Ekaristi, maka saat ini kita hanya merujuk kepada Doa Syukur Agung II sebagai contoh konkrit bagi kita dalam memahami makna bagian-bagian dari Doa Syukur Agung: isi, struktur dan unsur-unsur pembentuk suatu Doa Syukur Agung dengan jelas. Dan lebih daripada sekedar pemahaman, kita semua didorong untuk melibatkan diri secara penuh “partisipasi aktif” dalam Doa Syukur Agung sepanjang selebran utama memproklamasikannya.

 

 

 
Bersambung ... Pst. Tinus Sirken, O.S.C.