Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

 

Seri: 27


KISAH INSTITUSI

 

 

 

Tindakan Yesus Mengambil Piala,
Mengucap Syukur dan Mengedarkan Piala
 
Sesudah itu, sambil mengatupkan tangan, imam selebran utama melanjutkan: Demikian pula, sesudah perjamuan, (imam selebran mengambil piala, dan sambil mengangkatnya sedikit di atas meja altar, ia berkata): Yesus mengambil piala. Sekali lagi Ia mengucap syukur kepada-Mu, lalu memberikan piala itu kepada murid-murid-Nya, seraya berkata (Selebran utama membungkuk sedikit): TERIMALAH DAN MINUMLAH: INILAH PIALA DARAHKU, DARAH PERJANJIAN BARU DAN KEKAL. YANG DITUMPAHKAN BAGIMU DAN BAGI BANYAK ORANG DEMI PENGAMPUNAN DOSA. LAKUKANLAH INI UNTUK MENGENANGKAN DAKU.
Imam selebran utama memperlihatkan piala kepada umat dan semua memandangnya, lalu ia meletakannya di atas korporale, kemudian ia berlutut menyembahnya, pada saat yang sama semua umat menghormatinya dangan membungkuk khidmat.
Makna yang terkandung pada bagian Kisah Institusi ini adalah kata-kata dan tindakan-tindakan Yesus adalah kurban yang dilakukan oleh diri Yesus sendiri (atau ditetapkan oleh Yesus sendiri) pada Perjamuan Malam, ketika Ia menyerahkan Darah-Nya dalam bentuk anggur, dan diberikan kepada para muridnya untuk diminum, lalu mengamanatkan kepada mereka supaya merayakan terus-menerus misteri yang sama ini [PUMR 79].  Bersambung ... … …Pst. Tinus Sirken, O.S.C.