Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

 

Seri: 28


ANAMNESIS

 

 

 

Sesudah Kisah Institusi, imam selebran utama mengajak umat menyanyikan atau mengucapkan salah satu aklamasi anemnesis, seperti: Agunglah misteri iman kita. Umat menanggapi: Tuhan, Engkau telah wafat. Tuhan, sekarang ‘Kau hidup. Engkau Sang Juru Selamat: Datanglah, ya Yesus Tuhan.
Pada Buku Tata Perayaan Ekaristi (TPE) 2005, terdapat enam pilihan aklamasi anamnesis sebagai aklamasi umat, maka dapat dipilih salah satu pilihan untuk dinyanyikan atau diucapkan bersama oleh seluruh umat dalam perayaan Ekaristi. Namun demikian, perhatian khusus untuk pilihan aklamasi yang satu ini: imam selebran: Marilah menyatakan misteri iman kita. Tanggapan umat: Wafat Kristus kita maklumkan kebangkitan-Nya kita muliakan, kedatangan-Nya kita rindukan. Tanggapan aklamasi menjadi salah besar jika umat menyanyikan atau mengucapkan: Wafat Kristus kita maklumkan kebangkitan-Nya kita muliakan, kedatangan-Nya kita rindukan, Amin. Penambahan kata “amin” ini, secara liturgis salah besar sebab aklamasi “amin” sepantasnya dinyanyikan atau diucapkan pada bagian akhir dari Doa Syukur Agung, yaitu doksologi trinitaris-amin meriah sebagai aklamasi puncak umat secara bersama.
Sama halnya dengan Sanctus, anamnesis adalah bagian di mana Gereja memenuhi amanat yang diterima dari Kristus Tuhan melalui para rasul, “lakukanlah kata-kata dan tindakan-tindakan Kristus pada perjamuan malam terakhir” untuk mengenangkan Kristus, pengenangan secara khusus Sengsara-Nya, Kebangkitan-Nya yang mulia, dan Kenaikan-Nya ke Surga (kembali bersatu secara sempurna dengan Allah Bapa) [PUMR 79].Bersambung ... … … Pst. Tinus Sirken, O.S.C.