Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

 

Seri: XX


JUDUL

 

 

 

Doa Sesudah Komuni – Oratio post Communionem digunakan untuk menyempurnakan permohonan umat Allah dan membawa Ritus Komuni kepada Ritus Pengutusan. Ujud doa ini ialah memohon agar Misteri Kristus yang sudah dirayakan dalam Ekaristi itu menghasilkanbuah berlimpah bagi hidup di dunia (PUMR 89), yaitu memohon Allah untuk memperpanjang hasil dari komuni kudus ke dalam hidup selanjutnya dari anggota-anggota komunitas. Sama seperti dua doa pemimpin lainnya (Doa Pembuka, Doa atas Persembahan), Doa sesudah Komuni didoakan oleh pemimpin atas nama komunitas dan komunitas sebagai suatu kesatuan menunjukan persetujuannya melalui seruan suara mereka “Amin” pada penutupan dari doa. Tidak ada aturan khusus yang menunjukan bahwa komunitas, koor, atau diakon bertugas untuk menggantikan pemimpin liturgi dalam mendoakan doa ini.
Sama dengan Doa Pembuka dan Doa atas Persembahan, Doa sesudah Komuni terdiri atas empat elemen: [1] pemimpin mengundang komunitas untuk berdoa dalam keheningan, [2] komunitas berdoa dalam hati, [3] pemimpin mendeklamasikan doa atas anugerah, dan [4] komunitas mengakhiri doa dengan “Amin.” Doa-doa presidensial (pemimpin liturgi) itu biasanya diucapkan, tetapi juga dapat dinyanyikan.

 

 
Bersambung ... PENULIS.