Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

 

Seri: 42


RITUS PENUTUP

 

 

 

Kata Misa berasal dari ungkapan Pengutusan Akhir: Ite, missa est. Secara literal artinya Pergilah, kamu diutus. Ini mengingatkan kita bahwa Misteri Paskah Kristus: penderitaan, kematian, kebangkitan, dan pemuliaan Kristus yang kita rayakan (mengenangkan dan menghadirkan) dalam perayaan Ekaristi tidak pernah jauh berubah dari apa yang kita hidupi. Dalam Ritus Pembuka kita berkumpul bersama sebagai Tubuh Kristus. Dalam Liturgi Sabda bacaan-bacaan Kitab Suci dimaklumkan kepada kita, melalui Homili dan Permohonan Gereja kita memaknai Sabda Tuhan dalam hidup kita sekarang dan di sini. Dalam Liturgi Ekaristi kerja tangan kita sebagai persembahan kepada Allah diubah menjadi Tubuh dan Darah Kristus. Melalui Tubuh dan Darah Kristus yang kita terima seluruh diri kita dibaharui oleh berkat Allah. Oleh sebab itu, pada akhir perayaan Ekaristi kita diutus pergi membaharui dunia. Komuni kudus adalah suatu model atau contoh nyata bagaimana seharusnya kita hidup di dalam dunia.
Komuni kudus selalu dipahami sebagai dua arah hidup yaitu seseorang dapat berpikir secara horisontal dan secara vertikal, ialah dengan orang lain dan dengan Allah. Dalam persekutuan komuni kudus, kita sebagai anggota-anggota Tubuh Mistik Kristus datang ke dalam kesatuan dengan satu sama lain untuk mernerima Tubuh Kristus. Tubuh Kristus yang kita terima menghidupkan setiap orang supaya dapat menjadi Tubuh Mistik Kristus yang hidup di dalam dunia.
Ini adalah bentuk konkrit diri setiap orang sebagai pengajar dan katekis untuk mengembangkan Mistagogi Katekese. Paus Benediktus XIV telah menegaskan upaya pewartaan ini di dalam Sacramentum Caritas (46). Bahwa katekese merefleksikan pengalaman dalam Liturgi bersama – tidak saja apa yang terjadi tetapi bagaimana perayaan itu mengatakan kepada kita mengenai Yesus atau bagaimana kita mesti menjadi satu sama lain. Inilah cara mengembangkan sakramental imaji kita, untuk mengenal Allah, dan bagaimana Allah menginginkan kita menjadi sakramen-Nya, dalam segala hal.

 

 
Bersambung ... P. Tinus Sirken, O.S.C..