Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Seri: 45

PERARAKAN KE LUAR

 

 

PUMR 90 menyebutkan bahwa setelah pengutusan oleh diakon atau imam selebran, dilanjutkan dengan penghormatan altar: imam selebran dan diakon mencium altar; mereka bersama para pelayan yang lain membungkuk khidmat ke arah altar. Kemudian berarak keluar dari wilayah sekitar altar menuju sakristi. Perarakan keluar ini dapat diiringi dengan dimainkan musik mengiringi perarakan keluar antara lain: musik instrumental, koor bernyanyi bersama umat beriman. Tidak tepat jika musik penutup ini hanya dinyanyikan oleh solis.
Fungsi musik penutup: [1] mengiringi perarakan keluar para pelayan dan umat beriman dari tempat perayaan, [2] mengakhiri tindakan ritual persekutuan umat beriman, [3] mengajak umat beriman menegaskan penerimaan penugasan dirinya yang diajukan dalam berkat khidmat atau doa atas umat beriman.
Tiga contoh musik penutup yang dapat dikembangkan dalam perayaan sehari-hari: contoh pertama, mengikuti buku-buku ritus liturgi Romawi, maka tidak ada musik penutup yang dimainkan setelah pengutusan oleh diakon. Para pelayan dan umat beriman meninggalkan tempat perayaan dengan hening atau diam; Contoh kedua, untuk memainkan musik instrumental koor menyanyikan nyanyian untuk perarakan keluar para pelayan liturgi dan umat beriman. Di sini umat beriman tidak diundang berpartisipasi dalam musik yang dimainkan; contoh ketiga, mengajak umat beriman tetap menyanyikan suatu nyanyian pujian akhir. Terdapat juga beberapa komunitas umat beriman yang punya kebiasaan berdiri lama penuh semangat menyanyikan nyanyian pujian akhir, sementara banyak umat meninggalkan tempat perayaan selama nyanyian pujian akhir dinyanyikan sebagai tanggapan terhadap pengutusan oleh diakon atau imam selebran.

 Bersambung ... P. Tinus Sirken, O.S.C..