Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Seri: 1

TAHUN LITURGI

MAKNA TAHUN LITURGI

 Calendar Liturgical

 

Apa arti-makna Tahun Liturgi? Konstitusi Liturgi Suci - Sacrosanctum Concilium (SC.102) merumuskan: Bunda Gereja Kudus percaya bahwa Tahun Liturgi bagi Gereja adalah merayakan karya penyelamatan Kristus (Mempelai ilahi Gereja) dalam kenangan suci pada hari-hari tertentu sepanjang tahun. Sekali seminggu, pada hari yang disebut Hari Tuhan, Gereja mengenangkan Kebangkitan Tuhan. Gereja juga mengenangkan kebangkitan Tuhan ini sekali setahun, bersama dengan sengsara suci Kristus pada hari raya Paskah yang adalah pesta dari segala pesta.
Selama kurun waktu setahun Gereja mengungkapkan seluruh Misteri Kristus, dari Penjelmaan serta kelahiran-Nya hingga Kenaikan-Nya, sampai hari Pentekosta dan sampai penantian kedatangan Tuhan yang bahagia penuh harapan. Dengan mengenangkan misteri-misteri Penebusan Kristus, Gereja membuka bagi umat beriman kekayaan-kekayaan kekuatan dan perbuatan-perbuatan Tuhan, sehingga misteri-misteri ini senantiasa dihadirkan untuk setiap saat. Sehingga umat beriman terus setia terhadap misteri-misteri Tuhan dan dipenuhi dengan rahmat keselamatan.
Katekismus Gereja Katolik (KGK.1168) mengajarkan bahwa zaman baru kebangkitan Kristus menerangi seluruh Tahun Liturgi dengan Trihari Paskah: penderitaan, kematian, dan kebangkitan sebagai sumber terangnya. Selama kurun waktu setahun diterangi oleh liturgi sebelum dan sesudah Trihari Paskah. Inilah “tahun rahmat Tuhan” (Lukas 4:19). Maka, tata keselamatan berlangsung di dalam waktu. Tahun liturgi diakhiri dalam Paskah Yesus dan setelah Roh Kudus dicurahkan Kerajaan Allah memasuk dalam zaman manusia.
Karena itu Hari Raya Paskah bukan saja salah satu pesta di antara yang lain, melainkan pesta segala pesta, perayaan segala perayaan, sebagaimana Ekaristia adalah Sakramen segala Sakramen. Santo Atanasius menamakan pesta Paskah “Minggu Agung.” Misteri Kebangkitan di mana Kristus mengalahkan kematian, meresapi zaman manusia yang lama dengan kekuatannya yang besar, sampai segala sesuatu ditaklukkan kepada Kristus. Dengan demikian, Tahun Liturgi, sebagaimana ditegaskan dalam Katekismus Gereja Katolik sebagai perayaan misteri kelahiran, kehidupan, kematian dan kebangkitan Tuhan sepanjang tahun. Dalam cara ini maka seluruh tahun menjadi ‘tahun rahmat Tuhan’ (KGK 1169).

Bersambung ... P. Tinus Sirken, O.S.C..