Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Seri: 2

HARI MINGGU

 katekese20171112

 

Berdasarkan tradisi para Rasul yang berasal mula pada hari kebangkitan Kristus sendiri, Gereja merayakan misteri Paskah sekali seminggu. Pada hari ini umat beriman wajib berkumpul untuk mendengarkan Sabda Allah dan ikut ambil bagian (partisipasi) dalam dalam perayaan Ekaristi, dan dengan demikian mengenangkan Sengsara, Kebangkitan dan kemuliaan Tuhan Yesus, serta mengucap syukur kepada Allah, yang melahirkan mereka kembali ke dalam pengharapan yang hidup berkat Kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati (1 Petrus 1:3). Demikianlah hari Minggu itu pangkal segala hari pesta. Pada Hari Minggu hendaknya dianjurkan dan ditandaskan bagi umat beriman, sehingga menjadi hari kegembiraan dan bebas dari kerja. Kecuali bila memang sungguh sangat penting, perayaan-perayaan lain jangan diutamakan terhadap Hari Minggu yang memang merupakan dasar dan inti segenap Tahun Liturgi (SC.106)
Dasar dari Tahun Liturgi adalah perayaan Hari Minggu. Hari Minggu dipahami sebagai hari dimana Yesus dibangkitkan dari kematian pada Paskah pertama. Dengan demikian, hari Minggu diimani sebagai hari cahaya atau terang, hari pertama dari penciptaan Allah, dan hari pertama dari penciptaan baru dalam Kristus. Hari Minggu merupakan hari yang ke-delapan, hari diluar waktu saat kita melihat ke depan untuk pemenuhan dari seluruh waktu dalam Kristus.
Setiap hari Minggu merupakan suatu peringatan dan pengenangan dari apa yang Kristus lakukan untuk kita dan hari Minggu seringkali dikenal sebagai ‘Paskah kecil’.
Bagi umat Kristen Hari Tuhan bukan lagi hari istirahat, dari ketujuh hari kerja. Sebaliknya hari Minggu merupakan hari dari permulaan yang baru. Hari Minggu dibuat oleh Tuhan, maka marilah kita bergembira dan rasa senang di dalamnya. Pada Hari Minggu Gereja menanggapi panggilan Allah, dengan datang bersama-sama untuk merayakan Ekaristi. Komunitas paroki menjadi tanda atau simbol hidup, bagaimana Allah menghendaki dunia menjadi persekutuan Gereja yang menempatkan suatu kewajiban pada anggota-anggotanya untuk datang bersama setiap Hari Minggu merayakan Ekaristi supaya setiap anggota Gereja merenungkan Sabda Allah dan dikuatkan dengan Ekaristi.

Bersambung ... P. Tinus Sirken, O.S.C..