Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Seri 4

LINGKARAN TAHUNAN

 Calendar Liturgical

 

Masa Biasa mengarahkan permenungan umat beriman ke dalam Masa Prapaskah, sebagai masa pengharapan yang berpuncak dalam keluapan kegembiraan Minggu Paskah, kebangkitan Yesus. Masa Paskah terdiri dari 50 hari dan termasuk lebih dari sejumlah peristiwa dramatis dalam tahun Gereja. Cahaya Paskah terus-menerus menerangi aliran terhadap Masa Biasa di mana penekanan ditempatkan pada ajaran Yesus, misi-Nya dan misi Gereja. Kita berusaha menghidupi hidup kita, seperti Yesus membawa kita kepada Adven dan harapan untuk lahir kembali. Kita datang ke lingkaran yang penuh.
Umat beriman mengenal dan merayakan pesta-pesta tertentu dalam lingkaran tahunan selalu berkaitan erat dengan Paskah. Memperingati karya agung Allah Penyelamat, berterima kasih kepada-Nya, menghidupkan terus-menerus kenangan akan karya agung Allah, dan mengajarkannya kepada generasi-generasi baru guna menjadikannya pendoman hidup. Pada masa Gereja, antara Paskah Kristus yang dilakukan satu kali untuk selama-lamanya dan penyelesaiannya di dalam Kerajaan Allah, liturgi yang dirayakan pada hari-hari pesta, diwarnai oleh sifat baru dari misteri Kristus.
Lingkaran Tahunan Gereja ini memiliki warna-warna Liturgi: warna Hijau menandakan Masa Biasa; warna Putih menandakan Masa Natal, Paskah, dan Hari Raya; warna Ungu menandakan Masa Adven dan Masa Prapaskah; warna Merah menandakan hari Minggu Daun, Jumat Agung, Pentekosta dan para Martir. Setiap masa dan hari pesta diberikan satu warna liturgi khusus. Imam akan memakai warna khusus seturut warna liturgi setiap saat ia merayakan Ekaristi. Kita dapat juga memperhatikan perbedaan bagian-bagian dari warna liturgi dalam Gereja.
Tahun Liturgi mulai pada hari Minggu Pertama Adven. Ini biasanya dekat kepada awal Desember. Satu cara agar Kalendar Gereja dihubungkan dengan hidup umat beriman ialah melalui tradisi-tradisi rakyat dan kebiasaan-kebiasaan sebelum mulainya suatu masa khusus. Budaya-budaya yang berbeda memiliki banyak cara untuk menandakan berlalunya waktu dan masa-masa liturgi.

Bersambung ... P. Tinus Sirken, O.S.C..