Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Seri 6

LINGKARAN ADVEN

 katekese20171203

 

Seturut tradisi Gereja Katolik, pada Masa Adven banyak keluarga memasang Lingkaran Adven di rumah atau komunitas mereka. Lingkaran Adven tidak mempunyai awal dan tidak mempunyai akhir, ini digunakan untuk melambangkan Tuhan yang abadi, tanpa awal dan akhir. Lingkaran Adven selalu dibuat dari daun-daun berwarna hijau (evergreen). Dahan-dahan evergreen, sama seperti namanya “ever green” maka senantiasa hijau, senantiasa hidup. Evergreen melambangkan Kristus yang mati namun hidup kembali untuk selamanya. Evergreen juga melambangkan keabadian jiwa kita. Empat batang lilin diletakkan sekeliling Lingkaran Adven, tiga lilin berwarna ungu dan yang lain berwarna merah muda. Lilin-lilin itu melambangkan keempat minggu dalam Masa Adven, yaitu masa persiapan kita menyambut Natal.
Berinspirasi pada Kitab Suci, maka setiap hari dalam bacaan-bacaan Liturgi Perjanjian Lama dikisahkan tentang penantian bangsa Yahudi akan datangnya Sang Mesias. Sementara, dalam Kitab Suci Perjanjian Baru mulai diperkenalkan tokoh-tokoh yang berperan dalam kisah Natal. Pada awal Masa Adven, sebatang lilin dinyalakan, kemudian setiap minggu berikutnya lilin lain mulai dinyalakan. Seiring dengan bertambah terangnya Lingkaran Adven setiap minggu dengan bertambah banyaknya lilin yang dinyalakan, kita pun diingatkan bahwa kelahiran Sang Terang Dunia semakin dekat. Semoga jiwa kita juga semakin menyala dalam kasih kepada Yesus yang lahir.
Warna-warni keempat lilin juga memiliki makna tersendiri. Lilin ungu sebagai lambang pertobatan. Warna ungu mengingatkan kita bahwa Adven adalah masa di mana kita mempersiapkan jiwa kita untuk menerima Kristus pada Hari Natal. Lilin merah muda dinyalakan pada Hari Minggu Adven III yang disebut Minggu “Gaudete” atau Minggu “Sukacita” yang melambangkan adanya sukacita di tengah masa pertobatan karena sukacita Natal hampir tiba.
Pada kaki setiap lilin, atau pada kaki Lingkaran Adven, ditempatkan sebuah mangkuk berwarna biru. Warna biru mengingatkan kita pada Bunda Maria, Bunda Allah, yang mengandung Yesus di dalam rahimnya serta melahirkan-Nya ke dunia pada hari Natal. Lingkaran Adven diletakkan di tempat yang menyolok di dalam rumah, kapel, ataupun kantor unit kerja.
Jadi, pemasangan Lingkaran Adven memiliki makna rohani atau kandungan spiritual yang sangat mendalam bagi cara Gereja mengungkapkan imannya. Tindakan menyalakan lilin pada Lingkaran Adven melambangkan dan mengingatkan Gereja akan perlunya persiapan jiwa sehingga dapat sepenuhnya ambil bagian dalam sukacita besar kelahiran Kristus, Putera Allah, yang telah memberikan Diri-Nya bagi setiap umat beriman supaya beroleh hidup yang kekal.

Bersambung ... P. Tinus Sirken, O.S.C..