Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Seri 17

HISTORI PERAYAAN ADVEN

 katekese20171217

 

Dalam buku-buku liturgi Sacramentarium Gelasianum Vetus dan dalam Sacramentarium Gregrianum Hadrianum ditemukan rumusan-rumusan doa Adven yang dikumpulkan dalam buku Orationes de Adventu Domini. Rumusan-rumusan doa Adven tersebut sebagai persiapan menjelang Natal. Begitu pula kisah-kisah Kitab Suci dalam bacaan-bacaan (Roman Lectionarium) memperlihatkan bahwa Adven pada zaman Romawi Kuno disebut sebagai, kedatangan Tuhan dalam daging dan kedatangan Tuhan pada akhir zaman.
Sejak Liturgi Romawi berhubungan dengan Liturgi Gaul, unsur-unsur estetis dan pertobatan yang sesuai dengan tradisi Gelasius diperkenalkan ke dalam liturgi Adven Romawi. Meskipun demikian, hal ini tidaklah mengubah struktur liturgi dalam susunan liturgi Romawi. Dalam bacaan Injil Minggu Pertama Adven menggambarkan bagimana adven dipahami. Kisah yang dipakai adalah kisah Yesus memasuki kota Yerusalem (Matius 21:1-9). Bacaan-bacaan Kitab Suci pada permulaan Minggu Suci memperlihatkan “Kedatangan Tuhan” dalam kesederhanaan sebagai hamba dan kemuliaan sebagai sebagai raja, sebagai seorang manusia dan sebagai Allah. Masa ini ditunjukan oleh liturgi sebagai suatu gambaran keseluruhan misteri kedatangan Tuhan yang pertama, dan mengalami kepenuhan pengharapan mesianis bagi umat pilihan, sampai Ia akan kembali dalam kemuliaan pada saat Ia akan memenuhi harapan Gereja.
Meskipun terdapat kompleksitas tentang asal-usul Adven, namun dalam tahun liturgi Adven (kedatangn) terbentuk dalam kesatuan dengan Natal (kelahiran), maka Adven dipahami sebagai persiapan. Sesudah Konsili Vatikan II, terjadilah upaya pembaharuan pemahaman bahwa Adven sebagai masa persiapan Natal dan pengharapan akan kedatangan Kristus pada akhir zaman. Sebab itu, Adven memiliki dua karakter: sebagai masa persiapan Natal, saat di mana kita mengenangkan kedatangan Kristus yang pertama kepada kita; dan sebagai masa pengenangan dalam hati dan budi untuk menantikan kedatangan Kristus yang kedua pada akhir zaman (GIRM No 39).
Adven bukanlah masa pertobatan untuk menantikan kedatangan Tuhan kembali untuk menghakimi, melainkan sebagai perayaan inkarnasi Tuhan, dan hanya dengan cahaya inkarnasi ini kita menantikan kedatangan Tuhan pada akhir zaman (paraosia). Perayaan Kelahiran Yesus mempersiapkan kita untuk perjumpaan definitif dengan-Nya. Kedatangan Kristus yang pertama mengawali kedatangan Kristus yang kedua dan kedatangan akhir yang membawa kepada kepenuhan.

Bersambung ... P. Tinus Sirken, O.S.C..