Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Seri 8

HISTORI PERAYAAN NATAL

 katekese20171224

 

Menurut catatan sejarah abad ke-1 sampai abda ke-3, tidak ada pesta selain Perayaan Paskah Mingguan (Weekly Easter Celebration) dan Perayaan Paskah tahunan (Yearly Easter Celebration). Dalam abad ke-4 perhatian pastoral terarah pada upaya katekese yang menjelaskan isi asli Perayaan Paskah tahunan. Bahwa isi sesungguhnya dan makna dari Perayaan Paskah tahunan itu ialah menghadirkan tindakan penyelamatan Kristus dalam keseluruhan sejarah umat manusia, berarti aktualisasi Misteri Kristus dirayakan dalam berbagai aspek hidup.
Gereja Roma (336) telah merayakan Misteri kelahiran Kristus. Misteri Penampakan-Nya (Epiphany) yang dirayakan tanggal 6 Januari di Gereja Timur, dimasukan ke dalam liturgi Gereja Roma setelah penetapan tanggal 25 Desember sebagai Pesta Natal. Pesta Natal diadopsi dari Gereja Milan, Gaul dan Spanyol. Berikut ini, terdapat dua hipotesis sebagai alasan memperkenalkan Kelahiran Kristus (25 Desember) sebagai pesta Romawi:
Hipotesis pertama, munculnya pesta Kelahiran ini datang dari pesta penyembahan berhala (pagan feast) 'Dewa Matahari Yang Perkasa' (= Natale Solis Invicti). Aurelius Kaisar Romawi (274) mendirikan di seluruh kerajaan Suriah penghormatan kepada dewa matahari Emesa. Aurelius memerintahkan untuk dirayakan pada tanggal 25 Desember, saat winter solstice. Sebab, winter solstice dikenal sebagai 'tanda' titik balik matahari pada musim dingin. Dalam konteks ini, matahari terbit itu sebagai 'tanda' hari pertama musim dingin (winter) untuk belahan bumi bagian utara, dan hari pertama musim panas (summer) untuk belahan bumi bagian selatan. Niat Kaisar Aurelius adalah supaya pesta Dewa Matahari tersebut dapat membantu mempersatukan dan menguatkan daerah kekaisarannya.
Kemudian, Gereja Roma 'menginkulturasikan' pesta penyembahan berhala (pagan feast) ini, sebagai pesta kelahiran Kristus dan dirayakan pada hari yang sama. Gereja menunjuk pada Kitab Suci Perjanjian Lama, yang mana telah menggambarkan bahwa pengharapan akan Penebus ibarat 'Matahari Kebenaran' (Maleaki 4.2; 3.20). Dalam Kitab Suci Perjanjian Baru Kristus menggambarkan diri-Nya sebagai 'Terang Dunia' (Yohanes 8:12). Sementara dalam pendahuluan Injil Yohanes, Kristus adalah 'terang yang benar yang menerangi setiap manusia' (Yohanes 1:9) dan sekarang datang ke dalam dunia. Itulah sebabnya hingga sekarang, kaum Kristen merayakan Pesta Natal (kelahiran Kristus) pada tanggal 25 Desember sama tepat pada hari pesta Dewa Matahari. Namun demikian, isi dari Pesta Kelahiran Kristus oleh Gereja Roma tidak persis sama dan berbeda dari pesta Dewa Matahari oleh kekaisaran Romawi. Dipahami bahwa perayaan pesta Matahari Kebenaran dapat memberikan terang dan keselamatan kepada dunia.

Bersambung ... P. Tinus Sirken, O.S.C..