Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Seri 9

HISTORI PERAYAAN NATAL

 katekese20171224

 

Hipotesis kedua, bahwa pada permulaan abad ke-3, para teolog Kristen berupaya untuk menghitung tanggal kelahiran Kristus, tapi bukanlah sebagaimana yang dimaksudkan dalam injil-injil. Kristus sebagai 'Matahari' adalah lambang yang berakar pada kesadaran dan perhatian khusus pada titik balik matahari pada musim semi (equinoxe) dan titik balik matahari pada musim dingin (solstices). Sedangkan Yohanes Pembaptis dikandung pada saat titik musim gugur matahari (autumnal equinox) dan dilahirkan pada titik balik matahari pada musim panas (summer solstice). Dan menurut injil Lukas (1:26) Kristus sudah dikandung enam bulan kemudian setelah Yohanes Pembaptis dilahrikan. Maka Kristus sudah dikandung pada titik balik matahari pada musim semi (spring equinox) 25 Maret dan karena itu Kristus dilahirkan pada 25 Desember. Sehingga permulaan terbitnya matahari baru dan permulaan hidup Yesus di dunia, dimengerti sebagai penyelenggaraan ilahi yang sangat mempesona.
Dengan demikian, kedua hipotesis ini dimaksudkan supaya membantu kita secara rasional memahami peristiwa historis kelahiran Kristus dan dihantar kepada iman yang benar berdasarkan fakta-fakta sejarah. Bahwa konten dari perayaan Natal (kelahiran Kristus) yang sesungguhnya ialah inkarnasi (penjelmaan) Allah menjadi manusia, yang 'penyataan-Nya dalam daging' yaitu masa antara dalam kandungan dan kelahiran. Dan pada abad ke-7, Pesta Kabar Sukacita Tuhan (Annunciation of the Lord) dirayakan tanggal 25 Maret, yang semakin mendekati perayaan Pekan Suci dan Paskah.
Banyak dari aspek komersial dunia kita sekarang ini, berakar pada tradisi dan kebiasaan religius. Contohnya, pohon Natal adalah suatu pohon yang selalu berdaun hijau, yang menyimbolkan pengharapan kekal. Pemakaian keluarga kudus juga menghadirkan keabadian kita, dengan prambus merah mengingatkan kita akan tanda surgawi dan pemakaian lilin-lilin dan lampu-lampu menyimbolkan Kristus sebagai Terang dunia. Bunyi lonceng menghantar kita, nyanyian atau pujian malaikat menceritrakan kepada kita tentang kemuliaan, kabar gembira, emas, kemenyan, mur. Persembahan orang-orang Majus menunjuk kepada Yesus yang adalah imam, nabi dan Raja dan tradisi memberikan hadiah kepada satu sama lain yang mengingatkan kita bahwa hadiah yang paling mewah yang diberikan kepada kita ialah yang datang dari Allah – Putera-Nya sendiri.

Bersambung ... P. Tinus Sirken, O.S.C..