Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which can be just buy viagra usa Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy If you are afflicted with impotency and want a powerful treatment because buy viagra professional Still another very important benefit of the online pharmacy is the viagra buy cheap Erection dysfunction is triggered as an effect of insufficient blood circulation to the member. The decrease in blood flow buy female viagra A disfuno ertil ocorre geralmente em associao com doenas como diabetes, presso distrbios that is arterial alta ou hipertenso, doenas viagra best buy Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass buy brand viagra The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and buy viagra now For CVS, its not the initial time its located itself in in buy discount viagra We can easily see the various changes in almost any field unique in buy viagra cheap online
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Seri 18

MINGGU SUCI

 katekese20180325

 

Hari Minggu Palma adalah hari ketika Yesus memasuki kota Yerusalem untuk terakhir kali. Dinamakan Hari Minggu Palma sebab orang banyak bersorak-sorai dan melambaikan ranting-ranting palma bagi Yesus yang memasuki kota. Yesus mengendarai seekor keledai. Ini adalah tanda khusus kepada orang banyak bahwa Yesus adalah Raja. Orang banyak berteriak, ‘Hosanna! Inilah Putra Daud! Terberkatilah dia yang datang dalam nama Tuhan!’ Seruan “Hosanna” adalah suatu aklamasi pujian dan pemuliaan bagi Yesus yang datang.
Pada liturgi Hari Minggu Palma kisah tentang Yesus memasuki Yerusalem diceritrakan. Setiap orang yang hadir diberikan ranting atau daun palma untuk dipegang. Palma diberkati dan setiap orang membawa pulang palma ke rumahnya. Kisah Yesus memasuki Yerusalem yang dikenangkan dan dihadirkan dalam liturgi ini dapat disimak pada Injil Matius 21:1-11.
Hari Minggu Palma disebut juga Minggu Sengsara. Sekarang ini secara resmi disebut dengan nama Minggu Suci yang menuju kepada Hari Paskah. Maka Minggu Suci berawal pada Hari Minggu Palma dan berpuncak pada Triduum Paskah: Kamis Suci, Jumat Suci, dan Malam Paskah. Suasana liturgi selama Minggu Suci ini tidak dapat memisahkan penderitaan dari kebangkitan. Sebaliknya memandang salib sebagai jalan kepada kemuliaan Paskah. Liturgi tidaklah membuat Minggu Suci ini sebagai suatu ratapan kesedihan atau tangisan simpati dengan Tuhan yang menderita, seperti kebiasaan pada abad pertengahan. Namun liturgi sepanjang Minggu Suci ini menyatakan kemuliaan dan sukacita, perwujudan penderitaan Kristus sebagai prasyarat untuk kemuliaan Paskah.
Liturgi Minggu Suci ini. Pada satu sisi, merayakan kegembiraan masuknya Yesus ke Yerusalem di tengah-tengah teriakan riuh “Hosanna.” Keberanian naif para murid tidak disadari sebagai dosa diri mereka dan sejauh mana perjalanan Yesus dengan jelas dinyatakan. Pada sisi lain, pemakluman kisah sengsara, orang yang sama yang menyerukan “hosanna” sekarang menyerukan “salibkan.” Para murid yang berani mengikuti Yesus ke mana pun, sekarang kelihatan menyangkal Yesus. Dalam liturgi kita bersama-sama, menghadirkan kesetiaan: kesetiaan misi Yesus dan kesetiaan Bapa (Abba) kepada Putra-Nya.

Bersambung ... P. Tinus Sirken, O.S.C..