Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Seri 22

MASA PASKAH

 katekese20180422

 

Masa Paskah mulai pada Hari Minggu Paskah dan berakhir dengan Hari Minggu Pentekosta. Berakhir pada hari yang kelima puluh, maka kita merayakan Kebangkitan Kristus selama lima puluh hari lamanya. Dokumen Norma Umum Tahun dan Kalender Liturgi (General Norms for the Liturgical Year and the Calendar, G.N.L.Y. 22) menyatakan bahwa “lima puluh hari, dari Hari Minggu Paskah sampai Hari Pentekosta dirayakan sebagai satu hari pesta, yang sering dikenal sebagai Minggu Agung.” Tahun liturgi tidak selalu memiliki pembagian yang rapih antara satu masa ke masa yang lain. Contoh konkrit yaitu, hari Minggu Paskah adalah Triduum Paskah dan juga adalah permulaan dari Masa Paskah. Gereja menggambarkan Masa Paskah ini sebagai waktu ‘segalahnya untuk menyanyikan Alleluia’. Masa Paskah adalah waktu di mana kegembiraan Kebangkitan melimpah dan dirayakan sepanjang tujuh minggu (Minggu Paskah I-VII). Umat beriman (Gereja perdana) memahami tujuh minggu Paskah ini seperti tujuh tahun dan menyebut tujuh minggu Masa Paskah ini dengan nama ‘Minggu Agung.’ Masa Paskah, khusus bagi para baptisan baru yang telah menjadi anggota Gereja pada Malam Paskah, merupakan masa untuk mistagogi atau katekese setelah diri mereka dibaptis. Mistagogi pengajaran iman ini bermaksud menuntun hati dan budi para baptisan baru untuk makin memahami makna Misteri Kebangkitan Kristus yang sudah diterima dalam Perayaan Malam Paskah. Empat ritus utama perayaan Malam Paskah: Liturgi Cahaya, Liturgi Sabda, Liturgi Baptisan, dan Liturgi Ekaristi. Melalui ritus-ritus dan lambang- lambang liturgis perayaan Malam Paskah anggota-anggota baptisan baru berefleksi lebih dalam tentang Misteri Kebangkitan Kristus dan Sakramen Baptis yang telah diterima. Bagaimana liturgi Malam Paskah mengajarkan para baptisan baru menjiwai atau menginternalisasikan iman Gereja akan Kebangkitan Kristus dan Sakramen Baptis lebih dalam. Setiap tahun selama Masa Paskah kita mendengarkan Injil Yohanes dan bahkan kita juga mendengarkan bacaan-bacaan kisah Perjanjian Lama.
Bacaan pertama diambil dari Kisah Penciptaan Allah. Lilin Paskah pertama dinyalahkan pada Malam Paskah mendapat tempat yang menyolok dan terlihat di Panti imam (Sanctuary), dan selanjutnya dinyalahkan setiap perayaan liturgi sepanjang Masa Paskah. Lilin Paskah dinyalakan, dengan maksud kita melakukan segala sesuatu dalam terang Kebangkitan Kristus Tuhan.
Tujuan utama Masa Paskah bagi kita umat beriman adalah masa di mana kita dengan penuh kegembiraan merayakan Kebangkitan Kristus Tuhan dan kita menjanjikan hidup baru di dalam Dia yang telah bangkit.

Bersambung ... P. Tinus Sirken, O.S.C..