Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Seri 4

PANGGILAN HIDUP DALAM KRISTUS

 katekese20180708

 

Kehidupan iman Katolik dibangun dalam Kristus. Merujuk kepada iman ini, Santo Leo Agung menasihati umat kita: “Hai orang Kristen, kenalilah martabatmu! Engkau sudah ikut mengambil bagian dalam kodrat ilahi, jangan kembali kepada kemalanganmu yang lama, dan janganlah hidup di bawah martabatmu. Ingatlah akan Kepala dan Tubuh, di mana engkau menjadi anggotanya. Ingatlah bahwa engkau sudah diluputkan dari kuasa kegelapan dan telah diterima dalam terang dan Kerajaan Allah.
Hidup dalam Roh Kudus menyempurnakan panggilan manusia agar hidup dalam Kristus. Ialah mencintai Allah dan solidaritas dengan manusia. Hidup bagi seorang beriman Katolik adalah anugerah bagi keselamatan manusia. Sebab, martabat manusia berakar dalam penciptaannya menurut citra dan rupa Allah. Manusia disempurnakan dalam panggilannya ke dalam kebahagiaan Allah.
Dengan demikian, tugas manusia dalam Kristus adalah menyongsong penyempurnaan diri dalam kebebasan, oleh tindakan-tindakannya yang sadar, mengikuti yang baik yang dijanjikan Allah dan disaksikan hati nuraninya atau ia melawannya. Manusia memberi sumbangan tersendiri untuk pertumbuhan batinnya, memakai seluruh kemampuan cita rasa dan rohnya sebagai sarana demi pertumbuhan. Dengan bantuan rahmat, manusia tubuh dalam kebajikan, menjauhkan dosa dan menyerahkan diri kepada kerahiman Bapa surgawi seperti anak yang hilang (bdk Lukas 15:11-31) demi memperolah cinta kasih yang sempurna.

Bersambung ... P. Tinus Sirken, O.S.C..