Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Seri 6

MANUSIA MENCARI ALLAH

 katekese20180708

 

Percaya adalah jawaban manusia kepada Allah yang memberikan Diri-Nya kepada manusia. Rasa percaya ini terwujud dalam tindakan manusia mencari Allah. Kerinduan akan Allah sudah terukir dalam hati manusia karena manusia diciptakan oleh Allah dan bagi Allah.
Allah tidak henti-hentinya menarik manusia bagi Diri-Nya, berbicara dengan-Nya dan dalam persekutuan dengan-Nya (Gaudium et Spes 19,1). Sebab di dalam Allah manusia hidup, bergerak, dan ada (bdk. Kisah Rasul 17:26-28).
Hubungan mesra antara manusia dengan Allah dihambat oleh faktorfaktor (sikap tidak peduli, kesusahan duniawi, nafsu kekayaan, contoh hidup yang buruk, aliran berpikir yang bermusuhan dengan agama) memimpin manusia untuk menolak “kewajiban utamanya kepada Allah.” Karena takut, manusia menyembunyikan dirinya dan melarikan diri dari Allah yang memanggilnya (Kejadian 3:8-10). Namun, Allah tidak berhenti memanggil kembali setiap manusia mencari-Nya dan menemukan kebahagiaan Allah. Pencarian itu menuntut dari manusia seluruh usaha berpikir dan penyesuaian kehendak yang tepat, hati yang tulus dan juga kesaksian orang lain yang mengajar kepadanya untuk mencari Allah.
St. Agustinus bersaksi mengenai eksistensi Allah: tanyakanlah keindahan bumi, tanyakanlah keindahan samudera, tanyakanlah keindahan udara yang menyebarluas, tanyakanlah keindahan langit, tanyakanlah semua benda. Semua akan menjawab kepadamu, lihatlah, betapa indahnya kami. Keindahan kami adalah suatu pengakuan (confession). Siapakah yang menciptakan benda-benda yang berubah, bila bukan Yang Indah, yang tidak dapat berubah. Semua keindahan itu memberi kesaksian mengenai Allah.
St. Thomas Aquinas menggambarkan dunia dan manusia bersaksi bahwa baik manusia dan dunia tidak memiliki sebab yang pertama serta tujuan yang terakhir dalam dirinya, tetapi manusia dan dunia hanya mengambil bagian dalam ADA yang tanpa titik awal dan titik akhir. Melalui bukti-bukti yang berbeda itu manusia dapat sampai kepada pengertian ada satu realitas, yang adalah sebab pertama dan tujuan akhir dari segala-galanya, dan realitas ini disebut Allah.

Bersambung ... P. Tinus Sirken, O.S.C..