Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Seri 23

PENYATAAN TRITUNGGAL

 katekese20180826

 

Iman dalam Tritunggal. Seorang kristiani dibaptis “dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.” Ini berarti bahwa, kita umat Katolik tidak dibaptis dalam “tiga nama” (Bapa dan Putra dan Roh Kudus), sebab hanya ada SATU Allah, yaitu Tritunggal Mahakudus. Pengakuan iman baptismal ini menggambarkan, seorang melalui baptisan ia dimasukan ke dalam kesatuan Tritunggal: Bapa dan Penciptaan, Putra dan Penebusan, Roh Kudus dan Pengudusan. Ia akan menjadi bagian yang tak terlepaskan dari Tritunggal, artinya, Tritunggal adalah identitas dirinya.
Tritunggal Mahakudus adalah pusat misteri hidup seorang kristiani, sumber segala misteri dan dasar misteri hirarki kebenaran iman. Seluruh sejarah keselamatan identik dengan cara Allah menyatakan diri-Nya sebagai Bapa, Putra dan Roh Kudus. Inilah cara penyataan atau pewahyuan Tritunggal Mahakudus dalam Gereja.
Tritunggal adalah suatu misteri yang tidak dikenal, tidak dipahami, selain dinyatakan. Misteri tidak dapat dihubungkan baik demi alasan dan demi Israel sebelum mengutus Yesus dan mengutus Roh Kudus.
Banyak agama memanggil Allah Bapa berarti Pencipta dunia. Allah adalah juga Bapa sebagai pemberi janji dan hukum kepada Israel, “anak sulung-Nya” (Keluaran 4:22). Allah adalah Bapa kaum bangsawan dan Bapa orang miskin. Allah sebagai Bapa bermakna menciptakan segala sesuatu dan memiliki kasih sayang untuk semua.
Kemudian Yesus menyatakan Allah sebagai Bapa bukan hanya sebagai Pencipta tetapi sebagai Bapa Putra tunggal selamanya. Penginjil Matius menggambarkannya demikian “tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya (Matius 11:27).” Penginjil Yohanes menggambarkan bahwa “Yesus adalah Sabda yang pada mulanya bersama-sama dengan Allah dan Sabda itu adalah Allah (Yohanes 1:1).” Yesus adalah gambar atau wajah Allah. Gereja menyatakan bahwa Yesus adalah “kesatuan” dengan Bapa (Syahadat Nisea). Yesus adalah Putra Tunggal Allah, Putra Bapa selamanya, terang dari terang, Allah benar dari Allah benar (Konsili Konstantinopel).
Konsili Toledo VI menyatakan bahwa Allah adalah sumber dan asal segala keilahian. Asal keabadian Roh dihubungkan dengan keasalan Putra. Dia bukan saja Roh dari Allah sendiri, tetapi Roh dari Bapa dan Putra (Toledo XI). Bersama dengan Bapa dan Putra, Roh disembah dan dimuliakan (Syahadat Nisea).
Syahadat Nisea mengatakan, Roh berasal dari Bapa dan Putra. Konsili Florense mengatakan bahwa Roh memiliki sifat dan substansi-Nya dari Bapa dan Putra. Roh berasal secara kekal dari Bapa dan Putra sebagai satu prinsip dan melalui satu Roh.
Liturgi Latin antara tahun 700 dan 1200 mulai mengatakan, Roh Kudus yang berasal dari Bapa dan Putra. Kesatuan (oneness) dari Bapa dan Putra. Rumusan ini sah sebab Bapa dan Putra adalah satu prinsip dari mana Roh berasal.
Allah mahakuasa bersifat universal menciptakan, mengasihi, dan bersifat misteris yang dikenal hanya dengan iman. Hanya iman yang dapat merangkul misteri-misteri kuasa Allah ini. Maria percaya katakata malaikat bahwa “tidak ada yang mustahil bagi Allah” (Lukas 1:37) dan Maria memaklumkan bahwa “Allah yang mahakuasa telah melakukan perbuatan- perbuatan besar kepadaku” (Lukas 1:49). Kita tahu tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah, kita dapat menerima segala sesuatu dalam iman tanpa merasa ragu.

Bersambung ... P. Tinus Sirken, O.S.C..