Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Bacaan I : Dan. 7:13-14; Bacaan II : Why. 1:5-8;   Injil : Yoh. 18:33b-37

HARI RAYA TUHAN KITA YESUS KRISTUS RAJA SEMESTA ALAM

 

NOBLESSE OBLIGE

 

 Tanggal 11 Desember1925 Paus Pius XI menetapkan Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam melalui Ensiklik Quas Primas. Pesta itu mula-mula dirayakan padaMinggu terakhir bulan Oktober, namun setelah Konsili Vatikan II diundur ke Minggu terakhir Tahun Liturgi. Ensiklik ini dikeluarkan sebagairespons atas merebaknya paham "materialisme, sekularisme dan atheisme", di mana Allah dikesampingkan bahkan disangkal. Bapa Suci mengajak seluruh umat Kristiani untuk menempatkan Kristus sebagai"pusat kehidupan"dan menjadi Raja Semesta Alam. Kristus kembali berkuasa di dalam hati, pikiran, kehendak dan diri manusia.Bacaan-bacaan hari ini ingin menegaskan kembali tentanghakekat Kristus sebagaiRaja. Bacaan Injil (Yoh 18:33b- berceritera tentang  interogasi yang dilakukan Pilatus terhadap Yesus. Mengapa Yesus dibawa kapadaPilatus ? KarenaYesus mengklaim DiriNya Raja,  padahal Raja yang sebenarnya adalah Kaisar di Roma. Klaim Yesus sebagaiRaja tentu saja merupakan  bentuk perlawanan terhadap kekuasaan Roma. Maka pertanyaan Pilatus langsung berkaitan dgn klaim Yesus itu. ”Jadi Engkau adalah Raja ?” Dan tanpa ragu sedikitpun Yesus mengakui : “Benar, Aku adalah Raja” (Yoh 18,37). Status Yesus sebagai Raja ditegaskan kembali dalam bacaan II : “Dia berkuasa atas raja-raja di bumi ini dan membuat kita menjadi suatu kerajaan” (Wahyu 1:5.6). Bahkan dalam bacaan I, Nabi Daniel menubuatkan pula bahwa“Kepada Putera Manusia (baca : Kristus) diserahkan kekuasaan, kehormatan dankerajaan. KekuasaanNya kekal adanya dan kerajaanNya takkan binasa” (Dan 7:14). Namun Raja Kristus berbeda dengan raja-raja dunia. Dia memakai "mahkota duri di kepala" dan "jubah ungu membalut badanNya yang penuh luka" (Yoh 19:5) dan "salib adalah takhtanya".  Maka apa makna perayaan ini bagi kita ? Pertama, sesuai pesan Ensiklik Quas Primas, perayaan ini hendaknya dapat membaharui komitmen dan loyalitas kita kepadaRaja Kristus. Tidak ada kuasa dan otoritas lain yang menguasai hati, pikiran dan kehendak kita, kecuali Raja Kristus.   Kedua, melalui sakramen baptis, kita diangkat menjadi “imam, nabi dan raja”. Dengan perayaan ini kita menyadari kembali status kita sebagai“raja”. Namun bukan “raja” sebagai"status",melainkan sebagai"tanggungjawab."“Noblesse oblige”“kebangsawanan menuntut tanggungjawab.Sebagai“raja” kita dituntut berperilaku sebagairaja, bertutur-kata sebagairaja, bersikap sebagairaja dan bertindak sebagaiseorang raja. Setelah mengakui DiriNya sebagaiRaja, Yesus menegaskan bahwa"Dia datang utk memberi kesaksian tentang kebenaran" (Yoh. 18:37). Itulah hakekat seorang Raja. Dia sumber dan contoh untuk "kebenaran". Dan seperti Raja Kristus memiliki HATI yang penuh KASIH, demikian juga kita sebagaipengikutNya harus memiliki "Hati yang sama", karenaKASIH adalah Hukum tertinggi dalam Kerajaan Kristus.   Ketiga, kita dipanggil untuk  menegakkan “Kerajaan Allah” di dunia ini. Inilah misi utama Kristus. “Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil”(Mrk 1:15). Menegakkan kerajaan Allah berarti menjadikan Allah sebagaisatu-satunya otoritas yang menguasai hati, pikiran dan perilaku manusia.  Dengandemikian akan terciptalah dunia yang aman, damai, penuh keadilan dan cintakasih. Maka di Hari Raya ini mari kita perbaharui kembali ketaatan kita kepadaRaja Kristus dan berdoa : “Ya Raja Kristus, bertakhtalah dalam diri kami.  Kuasailah hati, pikiran dan tingkahalaku kami dan seluruh umat manusia. Semoga tegaklah kerajaanMu, kerajaan damai dan cintakasih!”.