Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

I :Yer. 33:14-16;    Bacaan II : 1 Tes. 3:12 – 4:2;    Injil : Luk 21:25-28.34-36.

KAIROS

 

Hari ini Gereja memulai Tahun Baru Liturgi (Tahun C)  dengan perayaan Minggu Adven I. MASA ADVEN yang berlangsung selama 4 minggu disebut juga MASA PENANTIAN. Kalau “penantian” lebih fokus kepada pihak yang menanti, "Adven" (dari bahasa Latin “adventus” artinya “kedatangan”) lebih fokus kepada Dia yang dinantikan yaitu Yesus Kristus.  Masa Adven memiliki 3 dimensi, yaitu : a) mengenang kedatangan Kristus 2000 tahun yang lalu; b) mempersiapkan diri untuk kedatangan Kristus di hari natal yang akan datang; c) mempersiapkan diri untuk kedatangan Kristus di akhir zaman. "Saat penantian" seringkali membosankan bahkan dianggap membuang-buang waktu. Bahasa Yunani menggunakan 2 kata untuk "waktu", yaitu chronos dan kairos. Chronos untuk menyebut "waktu kuantitatif" (bdk. istilah kronologis), sedangkan "kairos" untuk "waktu  kualitatif" atau "nilai / harga sebuah waktu". Nilai / harga sebuah "waktu" sangat bergantung dari "bagaimana kita menggunakan waktu", seperti ungkapan "time is money" dsb. Paul Tillich (1886-1965) filsuf dan teolog Jerman mendefinisikan 'kairos" sebagai "waktu yang sangat menentukan dalam hidup kita". Dalam  Perjanjian Baru, kata "kairos" yang digunakan 81 kali diartikan sebagai "Hari Tuhan" (lht Mrk 1:15 "Waktunya telah genap!").  Injil hari ini (Luk 21:25-28.34-36) merupakan pengajaran terakhir Yesus sebelum  menderita sengsara dan berbicara tentang AKHIR ZAMAN. Yang ditekankan di sini bukan “tanda-tanda pada matahari, bulan, bintang dan bumi, serta kuasa langit akan berguncangan” (ayat 25 dan 26), melainkan “Anak Manusia yang datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaanNya” (ayat 27). Sama seperti habis “gelap” terbitlah “terang”, demikian juga setelah keguncangan itu sirna, muncullah Anak Manusia yang membawa keselamatan. Maka ada 2 hal yang perlu digarisbawahi dari bacaan-bacaan hari ini, yaitu 1) kita harus bersikap realistis dan peka akan situasi dunia saat ini; 2) kita tetap memiliki harapan atau optimisme akan masa depan. Secara lebih detil, injil mengajak kita untuk melakukan hal-hal sbb : 1) "Menjaga diri" (ayat 34) dan "berjaga-jaga" (ayat 36) artinya kita harus percaya diri dan selalu waspada sehingga tidak dapat diombang-ambingkan oleh keadaan yang tidak menentu. Kita tetap berdiri teguh dan konsisten! 2) Menjauhkan diri dari kesenangan duniawi - “pesta pora dan kemabukan”(ayat 36). Dalam kegelisahan dan ketakutan, orang mudah mencari kompensasi yang tidak sehat. Misalnya, ketika stress berat, orang lari mencari minum minuman keras atau menggunakan narkoba, dlsb. 3) Menjauhkan diri dari kepentingan duniawi atau lebih tepat “tidak cemas oleh hal-hal duniawi”. Rasa cemas dapat berarti tidak percaya atau tidak yakin akan penyelenggaraan Ilahi. Padahal jelas nasehat Yesus dalam kotbah di bukit “Jangan kuatir akan hidupmu! Burung di langit yang tidak menabur dan tidak menuai, namun diberi makan oleh Bapamu yang di surga” (Mt 6:25-26). Rasa cemas akan menjauhkan kita dari "menyiapkan diri secara sungguh-sungguh" untuk kedatangan Tuhan.  4) Berdoa! Ini tipikal Lukas, penginjil yang berjiwa “pendoa”. Sikap berjaga-jaga yang benar harus diisi dengan “berdoa”. "Waktu yang diisi dengan berdoa" akan memberi "kualitas yang lebih tinggi". Itu disebut "waktu yang penuh berkat" atau "Kairos". Maka pertanyaan penting bagi kita di awal Masa Adven ini : Apakah masa Adven ini akan menjadi sebuah "kronos" - masa yg rutin datang setiap tahun - atau sebuah "kairos" - masa penuh rahmat - sebuah kesempatan berharga untuk menyambut kedatangan Tuhan di hari natal nanti ?  Akhirnya, bersama Nabi Yesaya mari kita bermadah di awal Masa Adven ini : "Rorate coeli de super et nubes pluant iustum" (Is 45:8) - Hai langit teteskanlah keadilan dari atas dan awan-awan mencurahkannya".[Yes 45:8]