Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Bacaan 1 : Zef 3:14-18a     Bacaan 2 : Flp 4:4-7    Bacaan Injil : Luk 3:10-18.

Adven III

 

Pada hari Minggu Adven ketiga yang disebut minggu Adven Sukacita (Gaudete) ini, kita diminta bersukacita walaupun masa Adven adalah masa pertobatan yang biasanya diisi dengan permenungan dan penyesalan akan segala kesalahan dan kekurangan kita. Sebenarnya agak aneh ya, bila kita diminta menyesal tapi sekaligus bersukacita, bagaimana mungkin? Hidup keseharian kita umumnya diisi oleh berbagai tuntutan dan tekanan. Sulitnya dan banyaknya pekerjaan, kurangnya uang, ataupun banyaknya pr serta ujian yang menuntut nilai bagus, semuanya terasa menekan. Oleh karena itu kita sering menganggap sukacita adalah saat semua tuntutan atau tekanan itu berkurang atau hilang. Sayangnya berita buruknya adalah: Hal itu tidak akan terjadi! Tuntutan dan tekanan tidak akan bisa menghilang seumur hidup kita, yang biasanya manusia lakukan adalah hanya menundanya; yaitu dengan berlibur atau bermain dengan teman/keluarga, dimana setelah libur biasanya tugas atau pr makin banyak saja. Atau manusia bisa juga hanya mengalihkannya sesaat, dengan berbagai hiburan entah hiburan yang baik dan olah raga, maupun hiburan yang buruk yang malah membuat keadaan makin buruk. Jadi seperti apakah sukacita yang sebenarnya? Injil hari ini dimulai dengan orang banyak yang bertanya kepada Yohanes Pembaptis: “Jika demikian, apakah yang harus kami perbuat?”, sungguh suatu pertanyaan yang tepat! Apakah yang harus kita perbuat selama masa adven ini? Yohanes menjawab: “Barangsiapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan barangsiapa mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat juga demikian… (dan seterusnya)”. Sukacita sejati terjadi saat seseorang, betapa beratnyapun beban yang sedang ditanggungnya, betapa banyakpun persoalan yang dihadapinya, saat ia berbagi dengan sesamanya, saat itulah Tuhan menyentuhnya melalui kehangatan yang timbul dalam hatinya, betapa Tuhan tidak meninggalkannya dalam setumpuk persoalan yang dihadapinya, dan saat kehangatan kasih Tuhan itu menyeruak memenuhi hatinya, sukacita terjadi. Sungguh tepat rasul Paulus merangkumnya dalam bacaan kedua: “gaudete in Domino semper, iterum dico gaudete” (Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!). Sukacita dari Tuhan ini adalah sukacita sejati, bukan sekedar kesenangan sesaat saja, sebaliknya sukacita ini mampu menguatkan kita dalam menghadapi kesulitan-kesulitan dalam hidup. Semoga Adven kali ini membawakan sukacita sejati kepada kita.