Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by viagra online buy Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want a powerful treatment because buy viagra professional Erection dysfunction is triggered as an effect of insufficient blood circulation to the member. The decrease buy female viagra For CVS, its not the initial time its located itself in in some trouble buy discount viagra Still another very important benefit of the online pharmacy is the characteristic of providing the common medicines, which will viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the buy viagra now A disfuno ertil ocorre geralmente em associao com doenas como diabetes, presso distrbios that is arterial alta viagra best buy Most individuals who purchase Viagra online do it for the other both or some particular motivation they do not have buy viagra online from canada
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Bacaan 1 : Zef 3:14-18a     Bacaan 2 : Flp 4:4-7    Bacaan Injil : Luk 3:10-18.

Adven III

 

Pada hari Minggu Adven ketiga yang disebut minggu Adven Sukacita (Gaudete) ini, kita diminta bersukacita walaupun masa Adven adalah masa pertobatan yang biasanya diisi dengan permenungan dan penyesalan akan segala kesalahan dan kekurangan kita. Sebenarnya agak aneh ya, bila kita diminta menyesal tapi sekaligus bersukacita, bagaimana mungkin? Hidup keseharian kita umumnya diisi oleh berbagai tuntutan dan tekanan. Sulitnya dan banyaknya pekerjaan, kurangnya uang, ataupun banyaknya pr serta ujian yang menuntut nilai bagus, semuanya terasa menekan. Oleh karena itu kita sering menganggap sukacita adalah saat semua tuntutan atau tekanan itu berkurang atau hilang. Sayangnya berita buruknya adalah: Hal itu tidak akan terjadi! Tuntutan dan tekanan tidak akan bisa menghilang seumur hidup kita, yang biasanya manusia lakukan adalah hanya menundanya; yaitu dengan berlibur atau bermain dengan teman/keluarga, dimana setelah libur biasanya tugas atau pr makin banyak saja. Atau manusia bisa juga hanya mengalihkannya sesaat, dengan berbagai hiburan entah hiburan yang baik dan olah raga, maupun hiburan yang buruk yang malah membuat keadaan makin buruk. Jadi seperti apakah sukacita yang sebenarnya? Injil hari ini dimulai dengan orang banyak yang bertanya kepada Yohanes Pembaptis: “Jika demikian, apakah yang harus kami perbuat?”, sungguh suatu pertanyaan yang tepat! Apakah yang harus kita perbuat selama masa adven ini? Yohanes menjawab: “Barangsiapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan barangsiapa mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat juga demikian… (dan seterusnya)”. Sukacita sejati terjadi saat seseorang, betapa beratnyapun beban yang sedang ditanggungnya, betapa banyakpun persoalan yang dihadapinya, saat ia berbagi dengan sesamanya, saat itulah Tuhan menyentuhnya melalui kehangatan yang timbul dalam hatinya, betapa Tuhan tidak meninggalkannya dalam setumpuk persoalan yang dihadapinya, dan saat kehangatan kasih Tuhan itu menyeruak memenuhi hatinya, sukacita terjadi. Sungguh tepat rasul Paulus merangkumnya dalam bacaan kedua: “gaudete in Domino semper, iterum dico gaudete” (Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!). Sukacita dari Tuhan ini adalah sukacita sejati, bukan sekedar kesenangan sesaat saja, sebaliknya sukacita ini mampu menguatkan kita dalam menghadapi kesulitan-kesulitan dalam hidup. Semoga Adven kali ini membawakan sukacita sejati kepada kita.