Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

 

Bacaan 1 Bar 5:1-9 Bacaan 2:Flp 1:4-6, 8-11 Bacan Injil: Luk 3:1-6

 

Adven II

 

 

Memasuki minggu Adven yang ke-II dan memasuki bulan Desember, kita mulai merasakan semangat Natal dimana-mana, di pusat perbelanjaan suasana natal, lagu-lagu serta hiasan natal makin banyak kita temui. Dan secara ajaib suasana hati kita berubah saat merasakannya, kitapun mulai diliputi oleh suasana gembira itu, entah karena lagu-lagu natal yang selalu gembira, entah karena hiasan-hiasan natal yang meriah dan indah. Pendek kata kita menjadi gembira, oleh karena itu seringkali natal selalu ditunggu-tunggu oleh banyak orang, bahkan oleh orang yang bukan merayakan natal sekalipun. Tetapi saat kita mengikuti liturgi misa di gereja, justru suasanya agak atau bahkan sangat berbeda. Masa adven adalah masa pertobatan, dan gereja didominasi warna ungu, lambang keprihatinan dan ketenangan, lagu-lagunyapun didominasi nada-nada yang tenang serta cenderung sedih. Yang kesemuanya cocok dengan kata-kata Yohanes Pembaptis dalam Injil hari ini: “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu!”. Bagi yang peka, hal ini menjadi suatu kebingungan, apakah kita diajak untuk bergembira diluar sana, tetapi sebaliknya didorong untuk prihatin saat masuk gereja?

Jawabannya mungkin justru terletak pada kelanjutan kata-kata Yohanes Pembaptis di atas. “Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya. Setiap lembah akan ditimbun dan setiap gunung dan bukit akan menjadi rata, yang berliku-liku akan diluruskan, yang berlekuk-lekuk akan diratakan, dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan.”

Bagaimanakah cara mempersiapkan jalan bagi Tuhan? Seringkali kita bingung untuk melakukannya, karena sudah sepanjang tahun ini yang kita lakukan adalah melulu: mempersiapkan jalan bagi diri kita sendiri… dan dalam melakukannya ternyata ada banyak kekurangan yang kita alami, rintangan yang sulit dilewati, yang membuat tujuan kita makin sulit dicapai.

Disinilah kunci terpenting dalam pertobatan masa adven ini, adven mengajak kita untuk meletakan fokus yang biasanya kita arahkan pada diri kita sendiri, dan mulai mengarahkan hati dan pikiran kita kepada Tuhan, saat itulah lembah-lembah kekurangan kita akan diisi, setiap rintangan yang telah menggunung diratakan, dan membuat arah tujuan hidup kita yang telah berkelok-kelok tidak jelas menjadi diluruskan. Saat itulah kita akan siap menanti kedatangan Kristus dengan kegembiraan yang sesungguhnya.