Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

 

Mi 5:1-4a   Mzm 80:2-3. 15-16. 18-19 (4)       Ibr 10:5-10Luk 1:39-45

 

ADVEN IV

 

Nabi Mikha berkata: “hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel”. Kita bisa yakin orang-orang Yahudi sudah mendengar kalimat ini berkali-kali selama 700 tahun, tetapi saat Yesus datang mereka justru tidak menyadarinya. Mungkin seperti itu pula yang kita alami setiap mendengar kalimat ini dalam masa Adven. Kita pernah mendengarnya, kita paham maksudnya, tetapi tidak berharap banyak darinya, dan mungkin baru menyadarinya saat kita membutuhkan Yesus … Dia entah berada dimana.

Memasuki minggu Adven ke-IV ini, minggu terakhir sebelum Natal, baiklah kita mengingat kembali makna Adven yang hanya tinggal beberapa hari ini. Makna Adven yang sesungguhnya adalah Pengosongan Diri, walaupun tanpa puasa seperti dalam masa prapaskah. Mengapa kita harus mengosongkan diri? Elisabeth memberi contoh yang jelas bagaimana menjalani masa Adven dalam Injil hari ini, katanya: “Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan”. Elisabeth dapat mengenali kedatangan Tuhan, dapat mengenali lonjakan dalam rahimnya adalah karena kedatangan Tuhan bukan sekedar gerakan biasa, karena dalam hatinya selalu ada ruang kosong yang selalu diisinya dengan rasa syukur kepada Tuhan.

Apakah hati kita melonjak kegirangan saat mendengar sabda Tuhan? Bila belum, mungkin hati kita terlalu dipenuhi oleh berbagai urusan dan kekuatiran kita. Elisabeth memberi contoh yang luar biasa walaupun ia adalah perempuan tua mandul yang pada jaman itu disebut perempuan terkutuk, bahkan mungkin tante-tante disekitar rumahnya juga selalu menggosipi dan mencibir padanya. Tetapi seberat dan sebanyak apapun masalah yang dimilikinya, itu semua tidak menghalangi dia untuk selalu bersyukur dan memberi ruang bagi Tuhan dalam dirinya.

Kiranya mengiringi dimulainya Tahun Yubelium Luar Biasa ?Kerahiman Allah, serta tema terakhir pertemuan Adven kita yang berjudul “Keluargaku penuh syukur”, sungguh tepat bila kita mau berhenti sejenak, mengosongkan hati dari berbagai urusan dan kekuatiran, untuk memberi tempat bagi Tuhan, mensyukuri kasih dan kerahiman-Nya, apalagi bila bersama-sama dengan seluruh anggota keluarga.