Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

 

          Bacaan 1 : Yes. 40:1-5,9-11; Bacaan 2: Tit. 2:11-14; 3:4-7;Bacaan Injil : Luk. 3:15-16,21-22.

 

PEMBAPTISAN TUHAN

 

Pembaptisan adalah tonggak teramat penting dalam sejarah kehidupan pengikut Kristus. Manusia yang terpenjara dalam dosa-dosanya dibebaskan dan diberi kehidupan kekal! Allah sendiri berkenan datang mengunjungi umatNya. Hai Sion, pembawa kabar baik, naiklah keatas gunung yang tinggi! Hai Yerusalem, pembawa kabar baik, nyaringkanlah suaramu kuat-kuat, nyaringkanlah suaramu, jangan takut! Katakanlah kepada kota-kota Yehuda: "Lihat, itu Allahmu!" Lihat, itu Tuhan ALLAH, Ia datang dengan kekuatan dan dengan tangan-Nya Ia berkuasa. Lihat, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada bersama-sama Dia, dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya. Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati. (Yes40:9-11). Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juru selamat kita, supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita. (Tit3:5-7).Yesus Sang Putra yang rela menjadi manusia kecuali dalam hal dosa, bersedia dibaptis untuk menunjukkan solidaritas dan teladan ketaatanNya. Yohanes yang semula menolak karena merasa tidak pantas membaptis Dia akhirnya menurut setelah Yesus berkata: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” (Mat3:15). Ketika Yesus juga dibaptis dan sedang berdoa, terbukalah langit dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati keatas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan." (Luk3:21-22). Dibaptis berarti lahir kembali dalam Kristus untuk melakukan kehendak Allah, menolak segala kejahatan, menolak takhyul, perjudian dan hiburan tidak sehat, menolak ketidak-adilan dan ketidak-jujuran, menolak setan sumber segala dosa dan penguasa kegelapan. Mustahil mengalahkan godaan, penderitaan dan kesulitan hidup untuk melakukan kehendak Allah itu dengan keterbatasan dan kelemahan manusiawi, namun bagi Tuhan tidak ada yang mustahil! Dia yang solider mau dibaptis pasti menyertai anakNya yang berserah kepadaNya, yang memilih bersyukur dalam keterbatasan daripada mengiri kelimpahan orang; yang menerima kebaikan Tuhan dalam kesederhanaan hidup sehari-hari daripada menuntut keajaiban; yang selalu berdoa mohon kekuatan dan bimbinganNya.Terpujilah Allah yang Maha Besar dan Maha Kuasa! Apabila Engkau membuka tangan-Mu, mereka kenyang oleh kebaikan. Apabila Engkau mengirim roh-Mu, mereka tercipta, dan Engkau membaharui muka bumi. (Mzm104:28,30).