Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Bacaan 1: Kej 15:5-12,17-18; Bacaan 2 : Fil 3:17-4:1; Injil : Luk 9:28b-36

KEMULIAAN YESUS

 

Hari ini Injil Lukas mengisahkan tentang Transfigurasi Yesus – atau penampakan Yesus yang dimuliakan – di gunung Tabor. Pada beberapa ayat sebelum bacaan Injil hari ini, Lukas menulis bahwa .. Yesus berkata : "Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga."(Luk 9:22)

 

Text itu terasa sangat kontras dengan bacaan hari ini, dimana ditulis Yesus bersama ketiga murid Nya naik ke gunung untuk berdoa dan ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilau (bdk Luk 9:29). Dan bersamaan dengan Transfigurasi Yesus, Musa dan Elia juga menampakkan diri dalam kemuliaan, Yesus berbicara kepada mereka tentang tujuan kepergianNya yang akan digenapi Nya di Yerusalem (bdk Luk 9:30-31).

 

Melalui kedua gambaran yang kontras ini – penderitaan dan kemuliaan yang dialami Yesus - Lukas ingin menunjukan bahwa kemuliaan Yesus seperti yang digambarkan di gunung Tabor harus dilalui melalui penderitaan Nya di Yerusalem dan berakhir di gunung Golgota tempat Dia disalibkan.Melalui kedua kontras ini, Lukas juga menggambarkan bagaimana Yesus mempersiapkan para murid Nya agar dapat menjadi pengikut Nya yang setia dan berani menanggung derita untuk keselamatan orang lain, tidak hanya berhenti pada perasaan nyaman dan bahagia seperti yang dialami Petrus ketika melihat kemuliaan Yesus (bdk Luk 9:33).

 

Keinginan Petrus untuk tetap tinggal dalam “keadaan enak, nyaman, bahagia” di gunung Tabor itu juga menjadi cerminan keinginan kita untuk selalu tetap pada keadaan enak, aman, memuaskan dan menghindar untuk berada di tengah masyarakat yang penuh kesukaran, pertentangan dan tantangan. Karena itulah Yesus mengajak para murid Nya untuk “turun gunung” dan kembali ke masyarakat yang harus dilayani.

 

Untuk menghilangkan keraguan ketiga murid itu, Allah Bapa sendiri kembali menegaskan status Yesus : "Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia." (Luk 9:35). Kata “dengarkanlah Dia” menjadi sangat penting bagi para murid dan kita semua, karena itu adalah bukti bahwa Yesus adalah Putra Allah dan Allah Bapa sendiri memerintahkan agar kita semua mau mendengarkan Yesus dan menjalankan ajaran Nya. Mengapa Yesus memperlihatkan kemuliaan Nya hanya kepada 3 murid terpilih saja ? dan mengapa kemuliaan Yesus di gunung Tabor tidak dipakai untuk menjauhkan Nya pada kehinaan salib di gunung Golgota ? Transfigurasi Yesus ini memberi pelajaran penting bagi kita semua, bahwa kemuliaan hanya dapat ditempuh dan dicapai melalui penderitaan dan kematian.

 

Sekalipun Ia harus menanggung derita dan mati di gunung Golgota, namun di gunung yang sama Ia telah dibangkitkan kembali dan dimuliakan seperti apa yang telah ditunjukan Nya di gunung Tabor. Semoga demikian pula kita, seperti kata Paulus – “karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat, yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya” (Fil 3:20-21)