Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Bacaan 1: Kel 3:1-8a,13-15; Bacaan 2 : 1Kor 10:1-6,10-12; Injil : Luk 13:1-9

 

BERTOBATLAH !

 

Menjelang perayaan kebangkitan Yesus yaitu Paskah, sebagai orang kristen - kita semua diarahkan kepada pertobatan sejati. Dan Yesus melalui Injil hari ini sangat keras menyerukan: “Jikalau kamu tidak bertobat, kamu pun akan binasa atas cara demikian” (Luk 13:3,5)Peristiwa yang diangkat oleh Lukas sangat relevan dengan situasi manusia sepanjang masa. Dikatakan beberapa orang mendatangi Yesus ketika otoritas Romawi bertindak keras - membunuh beberapa orang Galilea dan darahnya dicampurkan dengan darah binatang korban yang mereka persembahkan. Yesus menjawab mereka : "Sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya dari pada dosa semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib itu? Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian. Atau sangkamu kedelapan belas orang, yang mati ditimpa menara dekat Siloam, lebih besar kesalahannya dari pada kesalahan semua orang lain yang diam di Yerusalem? Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian." (bdk Luk 13:1-5)Kitapun sering dengan mudah menghakimi sesama yang mengalami musibah atau bencana besar, misalnya bencana Tsunami yang melanda sebagian daerah Indonesia beberapa tahun silam. Bahkan ada yang berpikir bahwa bencana alam terjadi karena Tuhan menghukum masyarakat yang menjadi korban bencana karena dosa mereka. Melalui Injil hari ini Yesus ingin menegaskan bahwa penderitaan dan bencana, bahkan kematian yang dialami orang bukanlah bukti bahwa merekamempunyai dosa yang lebih besar dari orang lain yang tidak mengalaminya. Memang ada pendosa yang dihukum Tuhan di dunia ini (bdk 1Kor 10:5-10), tetapi tetap tidak berarti orang yang dihukum Tuhan itu lebih besar dan berat dosanya dari kita semua. Yesus ingin mengingatkan bahwa hukuman yang sebenarnya adalah hukuman kekal sesudah kematian, dengan ukuran sejauh mana orang sungguh telah bertobat selagi kesempatan untuk hidup masih diberikan.Allah Maha Rahim dan Pengampun, Ia akan mengampuni setiap dosa sebesar apapun kalau si pendosa bertobat, tetapi kita tidak dapat Ia selamatkan kalau memang kita tidak ingin diselamatkan dari dosa kita. Dalam Injil hari ini Yesus juga memberikan perumpamaan tentang pohon ara  (bisa dimaksudkan sebagai orang-orang Yahudi pada waktu itu, atau juga kita semua pada masa sekarang). Pemilik kebun anggur (Allah) menanam pohon ara (menciptakan kita manusia) dengan harapan akan bertumbuh, berkembang dan berbuah untuk dapat dinikmati banyak orang. Tetapi pohon ara itu tidak berguna karena tidak pernah menghasilkan buah bagi pemiliknya, maka diperintahkannya untuk ditebang. Pengurus kebun (Yesus) memohonkan kesempatan satu tahun lagi dan akan merawat pohon ara itu sebelum ditebang kalau memang tidak menghasilkan buah (bdk Luk 13:6-9).Kita selalu diberi kesempatan untuk bertobat, Yesus melalui firman Nya mengajarkan kita untuk dapat menjadi pohon ara yang berbuah lebat danberguna bagi banyak orang. Hanya, apakah kita mau mendengarkan dan melakukan firman Nya serta menggunakan kesempatan yang diberikan itu untuk bertobat memperbaiki diri sehingga akan layak dihadapan Allah apabila pada waktu Nya, kita dipanggil kembali ke rumah Nya ? Semoga.