Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by viagra online buy Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want a powerful treatment because buy viagra professional Erection dysfunction is triggered as an effect of insufficient blood circulation to the member. The decrease buy female viagra For CVS, its not the initial time its located itself in in some trouble buy discount viagra Still another very important benefit of the online pharmacy is the characteristic of providing the common medicines, which will viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the buy viagra now A disfuno ertil ocorre geralmente em associao com doenas como diabetes, presso distrbios that is arterial alta viagra best buy Most individuals who purchase Viagra online do it for the other both or some particular motivation they do not have buy viagra online from canada
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Bacaan 1: Yes. 50:4-7Bacaan 2:Flp. 2:6-11Bacaan Injil :Luk. 23:1-49

 

INSTRUMEN KERAHIMAN ILAHI

 

RAJA menunggang keledai. Tidakkah itu sebuah ironi? Keledai adalah binatang tunggangan atau angkut, sekeluarga dengan kuda (Equidae) tapi beda species. Dibanding kuda, keledai terhitung mini. Tinggi rata-ratanya sekitar 160 cm, dengan berat rata-rata 250 kg. Bandingkan dengan kuda, yang tingginya bisa melebihi 200 cm, dengan berat mencapai 800 kg.  Hari ini, satu bacaan Injil bercerita bagaimana Yesus, di atas seekor keledai, masuk ke Yerusalem, dielu-elukan sebagai raja (Luk 19:36). Kisah itu paralel dengan bacaan ofisi, bagaimana Nabi Yeremia menggambarkan seorang raja Israel yang terberkati. Raja itu juga digambarkan masuk melalui gerbang Yerusalem, untuk duduk di tahta Daud. Bedanya, sang raja versi Yeremia datang mengendarai kereta atau kuda (Yer22:4). BETAPA BEDA antara ke-raja-an Wangsa Daud dengan ke-raja-an Yesus. Raja-raja Israel Wangsa Daud memiliki segala wajah kejayaan sosial politik, sedang wajah ke-raja-an Yesus jauh dari itu. Keledai, betapa lemahnya. Dalam simbolisme kitab suci, keledai tidak dibaca sebagai “kuda mini”, atau “kurang begitu kuda” tetapi “bukan kuda” [bandingkan 777 yang dimaknai sebagai amat sangat sempurna, sedang 666 dimaknai sebagai amat sangat tidak sempurna]. Jelasnya, Yesus tak punya fitur maupun aksesoris raja, tak punya king presence pada zamannya. Jadi, raja model mana sesungguhnya Yesus kita hari ini? PASIO versi Lukas memberikan gambaran yang lebih lengkap: Yesus adalah raja yang dikhianati, ditangkap, dan ketika disalib, “semua orang yang mengenalnya dari dekat, termasuk perempuan-perempuan yang mengikuti Dia dari Galilea, berdiri jauh-jauh dan melihat semua itu.” (Luk 23:49)  Yesus wafat dalam kondisi ditinggalkan bahkan oleh orang-orang terdekatnya. TETAPI Gereja justru melihat, di sanalah letak ke-raja-an. Keledai, dikhianati, dan gugur dalam sunyi adalah instrumen penguasaan. Itu semua adalah sarana bagi-Nya untuk memastikan kita semua dikumpulkan dalam kesatuan kuasa Allah. Itu semua adalah instrumen penyelamatan. Keledai, dikhianati, dan gugur dalam sunyi adalah “perang” tunggal-Nya untuk memenangkan jiwa-jiwa. Ini adalah sebuah heroisme spiritual, yang jauh dari heroisme sosial politik Wangsa Daud.  Dengan heroisme spiritual itulah Dia telah memutar anak kunci bagi terbukanya garba kerahiman Illahi. Bagi kita semua. (*)