Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Bacaan 1: Kis.5:12-16 Bacaan 2:Why.1:9-11a,12-13,17-19  Bacaan Injil : Yoh.20:19-31

Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya

 

Dalam kehidupan modern ini, masyarakat kian kritis di hampir segala bidang. Fenomena kekritisan masyarakat selalu menuntut bukti konkrit. Jika tak melihat sendiri, tak akan percaya. Kekritisan pun merambah hingga ke hal-hal yang bersifat keimanan. Bahkan ada pula orang yang menuntut tanda-tanda atau mukjizat (Kis.5:12-16).

 

Apakah itu keliru? Kritis, bertanya, dan ingin tahu banyak tentu saja tidak keliru. Karena kodrat manusia adalah makhluk yang bertanya, termasuk mempertanyakan hal-hal yang bersifat ilahi dan pernak-pernik iman. Mempertanyakan eksistensi dan juga kehendak Allah bukanlah hal yang tabu. Kekritisan perlu agar kita menjadi umat yang dewasa dan bertanggung jawab dalam kehidupan beriman.

 

Dalam bacaan Injil hari ini (Yoh.20:19-31) kekritisan itu ditunjukkan oleh murid Yesus, Tomas yang disebut Didimus. Tipikal Tomas yang tak mudah percaya ini merupakan representasi dari sebagian umat yang kritis menuntut bukti, di saat para murid lain percaya begitu saja bahwa mereka telah melihat Yesus yang bangkit.


"Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya." (Yoh.20:25)

 

Semua keraguan dan pertanyaan Tomas terbayar lunas. "Damai sejahtera bagi kamu! Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah." (Yoh.20:26-27)

 

Tomas tak hanya menggunakan nalar untuk membuktikan kebenaran apa yang dilihatnya, tapi juga melibatkan ingatan, dan mata hatinya. Setelah membuktikannya sendiri, Tomas pun dengan mantap menjawab, "Ya Tuhanku dan Allahku!" (Yoh.20:28)

 

Dalam kisah Tomas yang sangat fenomenal itu, Yesus memberikan pesan akhir amat penting dan relevan bagi kita gereja yang hidup di jaman ini.
"Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya." (Yoh.20:29)  Masihkah kita meragukan Yesus?