Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

 

Bacaan 1:Kis.5:27b-32,40b-41 Bacaan 2 : Why.5:11-14Bacaan Injil :Yoh.21:1-19

 

"Apakah engkau mengasihi Aku?"

 

Seluruh aktivitas hidup kita sehari-hari, apa pun itu, telah menghabiskan waktu pribadi.

"Maaf, saya tidak punya waktu lagi."

Bahkan saking sibuknya, kita pun tak punya waktu buat keluarga, anak, dan istri/suami. Apalagi buat wilayah dan lingkungan. Tak ada waktu lagi. Bagaimana waktu untuk Tuhan (yang tidak kelihatan)?

Ketika kita mengalami kesulitan atau terbentur pada suatu masalah, (biasanya) barulah kita ingat dan punya waktu (spesial) buat Tuhan.

Dalam bacaan Injil hari ini Yoh 21:1-19, ada dua hal yang patut untuk direnungkan. Pertama, apakah kita benar-benar mengasihi Tuhan? Kedua, apakah kita selalu menyertakan Tuhan dalam setiap langkah aktivitas kehidupan sehari-hari?

Setelah Yesus ditangkap, disalibkan, lalu wafat, para murid sempat mengalami kegoncangan iman luar biasa. Mereka selalu merasa cemas, takut, dan galau. Mereka kehilangan pemimpin, panutan, sekaligus guru yang menjadi pegangan, kepercayaan, dan pengharapan. Para rasul pun 'sejenak melupakan' Yesus dengan bekerja kembali seperti biasa sebagai nelayan. Namun ternyata semua sia-sia belaka (Yoh.21:3).

Yesus mengetahui suasana hati para rasul. Kehadiran-Nya kembali di tengah-tengah para murid setelah kematian-Nya menguatkan pengharapan mereka (Yoh.21:6 dan 11).

Dasar aktivitas hidup kita sehari-hari adalah kasih. Itu pulalah yang ditanyakan Yesus kepada Petrus. Bahkan hingga tiga kali. Tanda betapa pentingnya pertanyaan Yesus dan jawaban tulus Petrus. Ada dua istilah kasih yang dipakai Yesus: agape (Yunani - kasih kehendak rasional) dan phileo (kasih dengan rasa kedalaman hati). Yesus menginginkan Petrus (dan juga kita) tak hanya sekadar mengasihi secara verbal rasional tapi juga kasih yang lahir dari hati. 

"Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?"(Yoh.21:15-17).

Sungguhkah kita mengasihi Yesus lebih dari segala sesuatu? Apakah kita selalu menyertakan Allah dalam setiap langkah hidup kita sehari-hari?