Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

 

Bacaan 1:Kis.14:21b-27 Bacaan 2 : Why.21:1-5a Bacaan Injil :Yoh.13:31-33a,34-35

 

Wasiat Perintah Yesus

 

Dalam bacaan Injil Minggu lalu, Kristus menjanjikan jaminan keselamatan bagi kita. Kabar yang amat membahagiakan. Hari ini dalam firman-Nya (Yoh. 13:31-33a,34-35), Yesus memberikan kunci wasiat tentang keutamaan ajaran-Nya: Kasih. Suatu ajaran yang ekstrim, yakni saling mengasihi. Itulah yang disebut-Nya sebagai perintah baru. Ajaran tentang kasih yang total tidak mengenal tawar-menawar. 

"Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi."(Yoh.13:34)

Mengapa ekstrem? Karena fenomena dunia hingga hari ini masih cenderung lebih menonjolkan aksi egosentristis, amarah, pertengkaran, saling balas, saling dendam, memusuhi perbedaan, dan kebiasaan intoleransi. Celakanya, itu semua bagi banyak pihak sudah dianggap biasa bahkan wajar dalam kehidupan sehari-hari. Ajaran Yesus kepada para pengikut-Nya agar saling mengasihi, jelas menjadi sesuatu yang amat luar biasa.

Dalam konteks kehidupan sekarang, perintah Yesus untuk saling mengasihi tentu bukan sebatas kepada sesama orang Kristen, tapi kepada sesama umat manusia. Ajaran kasih Kristus bersifat universal.

Makna kasih (agape) yang merupakan ciri khas pengikut Kristus (1Yoh.3:23; 4:7-21) itu didasari oleh kasih yang memberikan diri dan rela berkorban demi kebaikan orang lain (1Yoh.4:9-10). Relasi antarpara pengikut Yesus harus ditandai dengan aspek kepedulian yang mau berkorban demi kebahagiaan tertinggi untuk sesama, terlebih bagi saudara dalam Yesus Kristus.

Tak mudah menjalankan perintah Yesus untuk saling mengasihi. Namun kita sebagai ahli waris ajaran Kristus Firman Yang Hidup telahmendapatkan contoh konkrit sebagaimana yang dilakukan Yesus sendiri bagi umat manusia, bahkan hingga wafat di kayu salib. Kasih Kristus yang bangkit dari alam maut tak berkesudahan.

Kasih-Nya mengalir bagai air jernih dalam lantunan indah Mazmur hari ini.

 

"Tuhan itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya. Tuhan itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya"(Mzm.145:8-9).