Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Bacaan 1: Kis. 15:1-2,22-29 Bacaan 2 : Why. 21:10-14.22-23 Bacaan Injil : Yoh. 14:23-29


KENISAH ALLAH TRITUNGGAL


Perpisahan selalu menimbulkan rasa haru, bahkan rasa sedih, lebih-lebih kalau berpisah dengan orang yang kita cintai. Suasana seperti itulah yang menyelimuti para Rasul ketika Yesus menyampaikan “Wejangan perpisahanNya”. Dan tidak tanggung-tanggung, wejangan perpisahan, yang disampaikan pada “Malam Perjamuan Akhir” ini direkam oleh Yohanes dalam 3 bab, yaitu bab 14 s/d bab 17. Bacaan injil hari ini merupakan sebagian kecil dari wejangan tersebut (7 ayat dari 117 ayat) dan bagian dari topik tentang “Kenisah Allah Tritunggal” (Yoh.14:15-24), yaitu

1) “Roh Penolong atau Roh Kebenaran akan diam di dalam kamu” (ayat 17);

2) “kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu” (ayat 20);

3) “BapaKu mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia” (ayat 23).

 

Injil hari ini menyampaikan beberapa hal sebagai berikut :

1) Penegasan kembali tentang diri kita sebagai “Kenisah Allah Tritunggal” (bdk. ayat 23 di atas);

2) Janji pengutusan Roh Kudus (ayat 26);

3) Janji Yesus akan datang kembali (ayat 28).
4) kehadiran Allah akan membawa damai sejahtera.


Mengapa Yesus berbicara tentang “Kenisah Allah Tritunggal”? Yesus tahu bhw kepergianNya akan menimbulkan rasa sepi bahkan rasa takut pada diri para murid. Maka sebelum hal itu terjadi, Yesus menyampaikan kepada para murid bahwa kepergianNya tidak perlu ditangisi, melainkan diterima dengan lapang dada bahkan dengan penuh sukacita. Jika Yesus pergi, maka Bapa dan Roh Kudus akan datang dan tinggal bersama dengan mereka.

 

Gambaran ini sama halnya dengan kisah seorang ayah yang pergi merantau untuk mencari penghasilan yang lebih besar. Walau kepergiannya menimbulkan rasa sedih bagi keluarga yang ditinggalkan, namun suatu saat nanti si Ayah akan kembali dengan membawa harta / uang yang lebih banyak, yang akan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Maka, walaupun kepergian si Ayah dapat menimbulkan kesedihan, namun dibalik kesedihan itu terbersit harapan yang menggembirakan. Demikian juga “Kehadiran Allah Tritunggal” merupakan berita yang akan menguatkan para murid jika Yesus pergi. Namun ada satu syarat, yaitu jika MEREKA MENGASIHI (“Jika seseorang mengasihi Aku, dan dia akan menuruti FirmanKu. BapaKu akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia” – ayat 23).


Mengasihi adalah tema sentral, bahkan inti dari seluruh ajaran Perjanjian lama dan baru. Bdk Mat 22:36-40 : Hukum yang utama adalah MENGASIHI – Kasihilah Tuhan Allahmu dan kasihilah sesamamu. Bahkan KASIH itu menjadi hakekat dari Allah itu sendiri seperti ditegaskan dalam Surat pertama Yohanes 4:8 “ALLAH adalah KASIH”. Kebenaran ini dimadahkan oleh Gereja berabad-abad lamanya (kira-kira abad IV Masehi) dalam lagu “Ubi Caritas est vera, Deus ibi est” - Di mana kasih yang sesungguhnya, di sana Allah bersemayam”. Kata “Caritas” (Latin) atau “charity” (Inggris) sebenarnya perbuatan berbagi dengan yang tidak mampu. Bdk Kehidupan Umat Kristen Purba “Segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagibagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluannya masing-masing”(Kisah 2:41-47).

 

Maka mengasihi Allah berarti membagikan harta milik kepada orang lain, khususnya kepada mereka yang berkekurangan. Maka “berbagi” adalah semangat dasar dari KASIH. Dan jika kita melakukan “perbuatan berbagi”, maka Allah akan berdiam dalam diri kita ! Pesan dasar dari bacaan injil hari ini dapat dirangkumkan sebagai berikut : jika diri kita ingin menjadi kenisah Allah Tritunggal, maka kita harus
“peduli” dengan mereka yang berkekurangan dan harus rela “berbagi”. Dan jika Allah tinggal bersama kita, maka terciptalah DAMAI SEJAHTERA yang sesungguhnya ! Semoga !