Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by viagra online buy Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want a powerful treatment because buy viagra professional Erection dysfunction is triggered as an effect of insufficient blood circulation to the member. The decrease buy female viagra For CVS, its not the initial time its located itself in in some trouble buy discount viagra Still another very important benefit of the online pharmacy is the characteristic of providing the common medicines, which will viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the buy viagra now A disfuno ertil ocorre geralmente em associao com doenas como diabetes, presso distrbios that is arterial alta viagra best buy Most individuals who purchase Viagra online do it for the other both or some particular motivation they do not have buy viagra online from canada
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Bacaan 1: Kis. 2:1-11 Bacaan 2 : Rm. 8:8-17 Bacaan Injil : Yoh. 14:15-16,23b-26.


BAHASA ROH - BAHASA KASIH

 

Dalam tradisi Umat Perjanjian Lama, Pentakosta, yang artinya “Hari ke-50” dirayakan 7 minggu setelah panen gandum (Im 23:15-21 dan Ul 16:9-12). Dalam perkembangan selanjutnya, “Hari ke-50” dihitung dari tanggal 14 Nisan, yaitu Hari Paskah Yahudi. “Hari ke- 50” ini kemudian diperingati juga sebagai “Hari Turunnya Taurat”. Di kalangan Umat Kristen, “Hari ke-50” itu dirayakan 7 minggu setelah KebangkitanYesus untuk memperingati “Turunnya Roh Kudus”. Jadi perayaan “7 minggu” setelah “Panen gandum” dari dunia Perjanjian Lama itu diadopsi oleh Perjanjian Baru kepada “Panen rohani” dengan turunnya Roh Kudus.

 

Bacaan I hari ini (Kis 2:1-11) bercerita tentang turunnya Roh Kudus. Setelah Yesus ditangkap, disiksa dan wafat, para Rasul menyembunyikan diri di ruangan tempat Yesus mengadakan perjamuan malam terakhir. Suasana penuh ketakutan dan sangat mencekam. Mereka kuatir nasib mereka akan sama dengan Gurunya. Mereka hanya berdoa, semoga tidak ada yang mengetahui tempat persembunyian itu. Dan ini berlangsung hampir 2 bulan. Sampai suatu saat, ketika mereka berkumpul untuk berdoa, tiba-tiba “timbul bunyi gemuruh disertai tiupan angin kencang dan nampaklah lidah-lidah api hinggap di atas kepala mereka. Dan mereka dipenuhi Roh Kudus” (Kis 2:2-4). Angin kencang itu seperti taifun, yang membongkar pintu-pintu serta merobohkan dinding-dinding penyekat. Mereka seakan dicampakkan di lapangan terbuka dengan hati tanpa takut dan gentar. Merekapun dibekali kemampuan berbahasa, yang dapat dipahami oleh para pendengarnya. “Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berbicara dalam bahasa, yang dipakai di negeri asal kita ?” (Kis 2:8). Saat itu ada lbh dari 3000 org berkumpul di sana (Lht Kis 2:41) dari hampir 20 suku bangsa dan bahasa. Lalu bahasa apa yang disampaikan oleh para Rasul, sehingga dapat dimengerti oleh pendengarnya ? Bahasa yang mereka gunakan adalah bahasa Roh (Kis 2:4 “mereka berkata-kata dengan bahasa-bahasa lain, seperti yg diberikan Roh itu”).

 

Apa itu bahasa Roh ? “Bahasa Roh” di sini tidak sama dengan “bahasa Roh atau bahasa lidah” (=Glossolalia) seperti yang disebutkan dalam 1 Kor 14:1-25. Bahasa Roh di sini adalah bahasa “kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, sikap lemah lembut dan penguasaan diri” (Gal 5:22). Barangsiapa menggunakan “bahasa Roh, yaitu kasih, sukacita, kebaikan, kesabaran, dst” pasti dapat dimengerti oleh semua orang. Itulah bahasa universal, yang dapat dipahami oleh semua umat manusia.

 

Ketika Mother Teresa datang dari Eropa dan kerja di antara orang miskin di Calcutta / India, dia langsung diterima dan dimengerti oleh penduduk setempat, karena dia menggunakan bahasa roh yaitu bahasa kasih ! Hal ini ditegaskan kembali dalam injil hari ini : “Jika kamu mengasihi Aku, maka kamu akan menuruti segala perintahKu” ( Yoh 14:15). Maka, semoga perayaan Pentekosta ini mengingatkan sekaligus memampukan kita utk selalu “berbahasa Roh” yaitu “BAHASA KASIH”.