Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

 

Bacaan 1: Ams. 8:22-31 Bacaan 2 : Rm. 5:1-5 Bacaan Injil : Yoh. 16:12-15.
 


“KASIH YANG SEMPURNA”
 


St. Agustinus, uskup Hippo adalah salah satu Pujangga besar Gereja. Dia menulis banyak buku dalam berbagai ilmu, khususnya filsafat maupun teologi. Namun ketika hendak menulis tentang “Allah Tritunggal”, dia mengalami kesulitan. Konon untuk mendapatkan inspirasi, Agustinus berjalan-jalan di tepi pantai. Ketika berada di sana, dia melihat seorang anak kecil mencedok air laut dengan sebuah gayung lalu menuangkannya ke sebuah lubang kecil di pantai. Itu dilakukannya berulang-ulang, sehingga membuat Agustinus penasaran. Dia lalu mendekat dan bertanya : “Apa yang kamu lakukan ?” Jawab anak kecil itu : “Saya sedang memindahkan air laut itu ke dalam lubang ini !”. “Mana mungkin“ balas Agustinus, “itu mustahil”. Jawab anak kecil itu : “Sama halnya dengan yang engkau lakukan. Tidak mungkin misteri Allah Tritunggal yang sedemikian dalam, luas dan tidak terbatas bisa masuk otak manusia yang kecil dan terbatas”. Jawaban lugas anak kecil itu membuat Agustinus sadar bahwa manusia tidak mungkin bisa memahami misteri Allah Tritunggal secara tuntas.

Hari ini Gereja merayakan PESTA TRITUNGGAL MAHAKUDUS. Kita tidak ingin membahas misteri Allah Tritunggal di sini, melainkan poin-poin apa saja dari pesta ini bagi kehidupan iman kita ?
Pertama, kita mengimani SATU ALLAH namun 3 PRIBADI. Kita tidak menganut polytheisme(=percaya akan banyak Allah), melainkan monotheisme (= satu Allah) atau Allah yang Esa. Dalam Syahadat panjang, yang dikenal sebagai Syahadat Nikea Konstantinopel ditegaskan : “Aku percaya akan satu Allah..”.
Kedua, 3 pribadi mempunyai peranan masing-masing : Allah Bapa sebagai Pencipta; Allah Putra sebagai Penebus dan Allah Roh Kudus sebaga Penegak Kebenaran serta Paracleitos (=Penghibur / Pembimbing).
Ketiga, misteri Tritunggal Mahakudus menyadarkan kita akan “kemahabesaran Allah”. Allah itu Maha Besar dan manusia bagaikan “debu” di hadapanNya (lht Mzm 103:14 “kita ini debu”). Hakekat Allah jauh melampaui akal budi manusia, karena Allah bukan menjadi obyek pengetahuan, melainkan obyek iman (bdk. Kisah St. Agustinus).
Keempat, misteri Allah Tritunggal adalah misteri kasih yang sangat sempurna. Hal ini ditegaskan Yesus dalam injil hari ini : “Segala sesuatu yang Bapa punya adalah Aku punya” (Yoh 16:15). Dan dapat kita teruskan pula : “Apa yang Aku punya adalah Roh punya” (bdk. Yoh 16:14 “Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari padaKu”).

Ketiga pribadi dalam Tritunggal memiliki satu pikiran, satu perasaan, satu kehendak dan satu tindakan ! Maka kesatuan Tritunggal di sini bukanlah kesatuan fisik, melainkan kesatuan roh ! Dan Roh yang menyatukan Tiga Pribadi adalah Roh Kasih karena “Allah adalah Kasih” (1 Yoh 4:8). Sebuah model kehidupan yang sempurna. Maka makna pesta ini bagi kita adalah selain memperkuat iman kita kepad Allah Tritunggal, semoga semangat kasih yang menghidupi Allah Tritunggal bisa juga mengisi kehidupan kita. Maka bersama Santo Arnoldus Janssen kita berdoa : “Vivat Unus Deus et Trinus in Cordibus Nostris” (Hiduplah Allah yang Esa dan Tritunggal di dalam hati kita). Semoga !