Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

 

Bacaan 1: 1Raj. 17:17-24 Bacaan 2 : Gal. 1:11-19 Bacaan Injil : Luk. 7:11-17
 


“BANGKIT DARI KEMATIAN”
 

 

Kematian adalah hal yang paling menakutkan manusia. Akan tetapi Steve Jobs si pendiri Apple Inc. dalam perenungan saat menghadapi ajal berkata:“Kematian adalah hal terbaik yang dimiliki manusia, bila tidak ada kematian maka manusia tidak akan terpacu untuk berusaha, berjerih payah, menciptakan sesuatu yang lebih baik dan menjadi semaju sekarang.” 
Bacaan pada hari ini secara istimewa menyajikan dua kisah pembangkitan orang mati, nabi Elia membangkitkan anak janda di Sarfat, dan Yesus yang membangkitkan anak seorang janda di Nain. Dikatakan semua orang disitu berseru-seru memuji Allah dengan berkata: “Allah telah melawat umat-Nya.” Dan disinilah letak keistimewaannya; mengapa kita hari ini tidak bersemangat untuk ikut berseru-seru memuji Allah? Apakah kisah kebangkitan (dua buah bahkan) pada hari ini tidak lagi menggerakkan hati kita, dan kita tetap merasa biasa-biasa saja?
Ada kata-kata orang bijak : “Kebanyakan orang (sebenarnya) begitu takut mati (walaupun hal itu dikubur dalam-dalam dihatinya), sehingga mereka menjadi tidak (mau mulai untuk) hidup.” Semoga kita bukan termasuk orang-orang yang seperti itu, orang-orang yang hidupnya dimulai dengan bangun pagi, pergi bekerja atau berusaha sepanjang hari, lalu pulang kelelahan dan beristirahat untuk memulai lagi esok harinya, dengan hidup yang seolah-olah sedang menunggu antrian dan giliran untuk mati belaka. Bahkan bila segala usaha dilakukan dan semua uang dihabiskan untuk hidup sehat dan berumur panjang, semuanya hanyalah usaha untuk menunda belaka, sehingga mereka seolah-olah mayat yang bisa berjalan-jalan untuk menunggu giliran masuk liang kubur. Apakah yang ingin disampaikan Yesus dengan membangkitkan anak janda itu? Tentu saja Yesus ingin menyampaikan bahwa Dialah yang memiliki dan menguasai hidup! Tetapi apakah umat-Nya yang selalu rajin datang ke gereja, dan rutin berdoa juga telah memiliki hidup yang dibawakan Yesus? Ataukah segala usaha rohani yang dilakukan hanya karena takut pada ancaman neraka saja? Bacaan hari ini mengingatkan kita akan pentingnya memiliki hidup yang dibawakan Yesus, jaminan hidup sejati yang ditebus-Nya dengan siksa, darah dan kematian-Nya. Marilah kita berdoa dan meminta kepada-Nya agar kita bisa bangkit dari kematian rohani kita, bangkit seperti anak janda di Nain itu, untuk memperoleh hidup yang sejati,yang dibawa dan diberikan Yesus kepada kita.