Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

 

 

Bacaan 1: 2Sam. 12:7-10,13 Bacaan 2 : Gal. 2:16,19-21 Bacaan Injil : Luk. 7:36-8:3


“SIKAP YANG BENAR”


Saya sering mencoba melihat bacaan kitab suci seperti sebuah drama, dan dalam cerita kali ini gambaran yang ditimbulkannya sungguh berbeda. Simon si orang Farisi mengundang Yesus untuk makan di rumahnya, tiba-tiba datanglah seorang wanita cantik kesitu, mungkin kalau jaman sekarang wanita itu artis, karena kenyataannya semua orang mengenal wanita itu, mengingat pada jaman itu wanita tidak pantas menampilkan diri (bahkan namanya tidak disebut oleh penulis Injil). Dan tiba-tiba wanita cantik itu berlutut dan menangis di kaki Yesus, membasuh kaki Yesus dengan air matanya, menyeka dengan rambutnya, serta menuangkan minyak wangi mahal. Saya bayangkan kalau peristiwa itu terjadi pada jaman sekarang, saya yakin semua orang langsung mengeluarkan smartphone, ambil foto lalu diunggah, dan kemudian banyak media sosial dan trending topic menampilkan dan menyorotinya, lalu tiap orang juga berlomba-lomba untuk copy paste beritanya.


Hal yang paling menonjol yang dilakukan oleh wanita itu adalah ia berani tampil dari depan untuk menjumpai Yesus, karena kebanyakan orang yang ingin bertobat selalu berusaha agar pertobatannya tidak diketahui orang lain, dengan diamdiam mereka bertobat kepada Tuhan (begitu diam-diamnya sampai kamar pengakuan selalu kosong). Membandingkan kejadian ini dengan yang terjadi pada jaman sekarang, pada saat pengurus lingkungan mengedarkan undangan untuk pertemuan lingkungan. Ada yang berpikir untuk tidak perlu datang karena sibuk, repot dan tidak merasa perlu, ada juga yang datang untuk bertemu dan ngobrol dengan temanteman lingkungan, tentunya ada tuan rumah yang sudah repot-repot bersih-bersih rumah serta belanja makanan ringan. Tetapi berapakah orang yang datang ke pertemuan
itu dengan tujuan sungguh-sungguh bertemu dengan Tuhan, dan bila perlu secara terbuka menyampaikan kesaksian serta keinginannya untuk lebih dekat dengan Tuhan. Sayangnya orang seperti ini malah biasanya dicap lebay oleh orangorang disekitarnya, sok suci, bahkan orang-orang mulai mengingat-ingat kesalahan-kesalahan yang dulu pernah dilakukannya, persis seperti kelakuan tamu-tamu lain dalam
perjamuan Yesus tadi, karena mereka sebenarnya iri akan ketidak mampuan mereka untuk berani mendekat kepada Tuhan secara terbuka.


Yesus memuji wanita itu, karena ia adalah orang yang paling hidup dan paling merdeka dari berbagai ikatan etika dan tata krama, yang sebenarnya dipakai manusia sebagai topeng suci untuk menutupi keberdosaan mereka. Siapakah kita dalam perjumpaan-perjumpaan dengan Tuhan?