Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Bacaan 1: Ul. 30:10-14 Bacaan 2 : Kol. 1:15-20 Bacaan Injil : Luk. 10:25-37.

“KOMITMEN MURID YESUS”

 

Perintah Allah sudah jelas, namun sebagai muridNya kita sering ‘lupa’ atau mencari alasan untuk menghindari tugas itu. Allah akan melimpahkan berkatNya apabila engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dengan berpegang pada perintah dan ketetapan-Nya, yang tertulis dalam kitab Taurat ini dan apabila engkau berbalik kepada TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu.” “Sebab perintah ini, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, tidaklah terlalu sukar bagimu dan tidak pula terlalu jauh. Tidak di langit tempatnya, sehingga engkau berkata: Siapakah yang akan naik ke langit untuk mengambilnya bagi kita dan memperdengarkannya kepada kita, supaya kita melakukannya? Juga tidak di seberang laut tempatnya, sehingga engkau berkata: Siapakah yang akan menyeberang ke seberang laut untuk mengambilnya bagi kita dan memperdengarkannya kepada kita, supaya kita melakukannya? Tetapi firman ini sangat dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu, untuk dilakukan. (Ul 30:10-14).
Sebetulnya semua murid Yesus tahu bahwa ‘ringkasan’ hukum Allah adalah: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” (Luk10:27). Namun seperti Ahli Taurat itu, kita juga sering membenarkan diri dengan bertanya: ”Siapakah sesamaku manusia?”
Bagaimana kita menyikapi perumpamaan Orang Samaria yang Baik Hati itu? Kita pasti memilih (ingin) menjadi seperti orang Samaria! Namun, tekad itu perlu dipupuk dan dipelihara agar menjadi komitmen sebagai murid Kristus. Banyak hambatan dan kesulitan yang menghadang: buat apa cari repot-lah, keluarga sendiri masih banyak kebutuhan-lah, enggan dianggap sok pahlawan-lah, orang lain yang lebih mampu masih banyak-lah, dsb.

Sebagai murid Kristus yang mengharap kehidupan kekal, kita harus melakukan perintahNya! Segala kesulitan pasti bisa diselesaikan olehNya! Bukankah Dia sendiri bersabda: “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu”. (Mat11:28). Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia, dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus. (Kol1:19-20).
Semoga kita berani membuat komitmen itu….