Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017
 
Bacaan 1: Kej. 18:1-10a Bacaan 2 : Kol. 1:24-28 Bacaan Injil : Luk. 10:38-42.
 
“MELAWAN DOMINASI DUNIA”
 
Keserakahan dan egoisme memicu persaingan hebat. Orang berusaha mengumpulkan materi sebanyak-banyaknya dan secepat-cepatnya. Anak sudah disiapkan dari kandungan; sejak hamil sudah dijejali makanan bergizi dan lagu klasik agar terlahir anak yang sehat dan cerdas; umur dua tahun sudah ‘disekolahkan’ bahkan dengan program bahasa asing, kursus-kursus, renang, music dan berbagai program untuk mengeksploitasi talenta anak; masuk sekolah terbaik dan kuliah di luar negeri; pokoknya bekal maksimum agar sukses secara sempurna!
 
Pengorbanan keluarga juga maksimal: si anak tidak punya waktu beristirahat dan bermain karena padatnya program kelas dan kursus, sang ibu pontang-panting antar-jemput mempersiapkan segalanya sambil mengurus rumah tangga yang tak pernah selesai, sedang sang ayah kerja keras banting-tulang untuk menunjang finansialnya. Betapa banyak orang yang ‘menenggelamkan-diri’ dalam rutinitas kesibukan duniawi sampai melupakan tujuan akhir imannya sendiri, tahu-tahu baru menyadari bahwa usia sudah senja tapi belum (sempat) berbuat apa-apa… Mungkin keluarga super sibuk tadi berhasil membangun rumah mewah dengan perabot serba mahal, mungkin anaknya berhasil menjadi pengusaha muda yang sukses membangun karier-bisnis melebihi ayahnya. Pernahkah kita merenung, apakah tujuan hidup ini memang ‘kesuksesan’ seperti itu? Mengapa kita dibaptis menjadi pengikut Kristus? Kalau kita percaya adanya kehidupan kekal, mengapa justru menjauh dan tidak berusaha meraihnya? 
 
Dalam Injil hari ini mengenai Maria dan Marta, Yesus mengingatkan kita bahwa ada yang lebih penting dari kesibukan duniawi. [..]Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: “Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku. “Tetapi  Tuhan menjawabnya: “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.” (Luk10:39-42). 
 
Santo Paulus menganggap ringan penderitaan duniawi, sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami. (2Kor4:17). 
 
Kita harus melawan kecenderungan materialisme itu selagi masih ada waktu! Semoga…