Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Bacaan 1: Kej. 18:20-33 Bacaan 2 : Kol. 2:12-14 Bacaan Injil : Luk. 11:1-13.

“BAPA KAMI”

 

Salah satu warisan ajaran Tuhan Yesus paling berharga adalah sebutan Bapa bagi Allah, kita boleh memanggil Yang Maha Kuasa dengan sebutan Bapa sebagaimana Sang Putera memanggil BapaNya!

Dalam tradisi bangsa Israel, Allah dipandang sebagai Raja dan Hakim yang sangat ditakuti sehingga mereka menghindar untuk menyebut nama Pribadi Allah (Yahweh) secara langsung; biasanya diganti dengan sebutan: Elohim (Sang Pencipta yang Mahakuasa), Adonai (Tuhan, Pemilik), El-Shaddai (Allah yang Maha Perkasa), dsb. Anggapan lama bahwa Allah adalah Raja bengis yang menghajar rakyatnya dengan tongkat dan pedang diubah menjadi relasi baru seorang Bapa yang penuh belas-kasih, melebihi kasih seorang yang berani menanggung malu demi sahabatnya, bahkan melebihi kasih seorang ibu kepada anaknya!

Yesus mengajarkan Doa Bapa Kami yang sederhana namun penuh hikmat dan keintiman. Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.

Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan? Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.” (Luk 11:9-13).

Allah telah menunjukkan kesabaran luar biasa ketika ‘dinegosiasi’ habis-habisan oleh Abraham yang ingin menyelamatkan Sodom-Gomora dari amarahNya. Dia bahkan merelakan AnakNya mengorbankan diri di kayu salib untuk menyelamatkan umatNya sekaligus memberi teladan kasih! Karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan didalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati. Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita. (Kol2:12-13).

Jangan sia-siakan karunia keintiman itu, tapi pertama-tama yang diperlukan adalah memahami kehendakNya agar tidak sesat meminta sesuatu yang tidak berkenan kepadaNya!