Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Bacaan 1: Pkh. 1:2; 2:21-23 Bacaan 2 : Kol. 3:1-5.9-11 Bacaan Injil : Luk. 12:13-21.

"JANGAN IKUTAN BODOH"

 

 

Kembali hari ini kita diingatkan pada ‘dilema’ kekuatiran dan tipu daya kekayaan yang berkedok pada kebutuhan jasmani. Yesus tidak mau terlibat dalam sengketa warisan yang biasanya berbuntut panjang dan mencederai tali persaudaraan. Kata-Nya lagi kepada mereka: “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.” (Luk12:15).
Allah mengetahui bahwa kita membutuhkan makanan, minuman, pakaian, dsb. namun kekuatiran dalam mengejar semuanya itu untuk dijadikan sandaran hidup adalah sebuah kebodohan! Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kau sediakan, untuk siapakah itu nanti? Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah.” (Luk12:20-21).
Hanya kepada Allah kita harus bersandar! Allah menghendaki kita melakukan kehendakNya lebih dahulu, maka semuanya itu akan ditambahkan kepada yang melakukannya dengan penuh iman. Adalah sia-sia menyandarkan diri pada sesuatu yang fana, yang harus ditinggalkan, seperti kata Pengkotbah ini: Apakah faedahnya yang diperoleh manusia dari segala usaha yang dilakukannya dengan jerih payah di bawah mata hari dan dari keinginan hatinya? (Pkh2:22). Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana. (Mzm90:12).
Pilihan ada dihadapan kita: kenikmatan sesaat dengan risiko hukuman kekal atau penderitaan sementara dengan ganjaran hidup kekal dalam ketentraman?
Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamu pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan. Dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.(Kol3:1-4,11).
Janganlah ragu menentukan pilihan; penderitaan itu tidak sebanding dengan kemuliaan yang dijanjikan Allah!