Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by viagra online buy Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want a powerful treatment because buy viagra professional Erection dysfunction is triggered as an effect of insufficient blood circulation to the member. The decrease buy female viagra For CVS, its not the initial time its located itself in in some trouble buy discount viagra Still another very important benefit of the online pharmacy is the characteristic of providing the common medicines, which will viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the buy viagra now A disfuno ertil ocorre geralmente em associao com doenas como diabetes, presso distrbios that is arterial alta viagra best buy Most individuals who purchase Viagra online do it for the other both or some particular motivation they do not have buy viagra online from canada
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Bacaan 1 : Yes 66:18-21; Bacaan 2 : Ibr 12:5-7,11-13; Injil : Luk 13:22-30

KESELAMATAN HARUS DIPERJUANGKAN

 

Untuk dapat naik tingkat lebih tinggi, seorang siswa harus melewati berbagai ujian dan agar bisa lulus ujian dengan baik, ia harus berjuang keras mempelajari kembali pelajaran yang telah diberikan, membaca dengan lebih teliti, melakukan latihan-latihan dengan tekun dan sungguh-sungguh. Bukan justru menempuh cara tidak terpuji, misalnya menyontek, memanfaatkan koneksi, menyuap, bahkan ada yang mengancam supaya bisa diluluskan. Dalam injil hari ini, seseorang bertanya kepada Yesus : “Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan ?” Maka Ia mengajak kita semua untuk berjuang agar dapat masuk pintu keselamatan yang sesak itu : “Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat” (bdk Luk 13:23-24). Orang merasa bahwa dengan telah mengenal sang tuan rumah, pasti akan dibukakan pintu keselamatan. Ternyata tidak, bahkan dikatakan “Aku tidak tahu dari mana kamu datang, enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu sekalian yang melakukan kejahatan!” (Luk 13:27) Sepertinya halnya ujian, akan dirasa penuh penderitaan sewaktu harus mempersiapkannya. Tetapi akan mendatangkan kebanggaan dan suka-cita ketika telah dinyatakan lulus dengan hasil yang baik. Kalau orang mampu melihat tujuan akhir dari kerja keras yang dilakukannya, maka segala sesuatu akan dilakukan dengan suka-cita. Seperti apa yang diingatkan Paulus kepada jemaat di Ibrani agar tidak melupakan nasihat :"Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan- Nya; karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak." Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya? Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya (Ibr 12:5-6, 11). Apakah kita juga sudah melatih diri dan berjuang terus menerus agar nantinya dapat melalui pintu yang sesak dan boleh mengalami keselamatan kekal ? Semoga