Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Bacaan 1 : Sir 3:17-18,20,28-29; Bacaan 2 : Ibr 12:18-19,22-24a; Injil : Luk 14:1,7-14

ETIKA PERJAMUAN

 

Perjamuan makan sering digunakan sebagai ajang bersosialisasi juga sebagai ajang unjuk kekayaan dan kuasa diri. Orang penting hampir selalu akan dihormati dengan diberi tempat dan pelayanan khusus. Orang cenderung hanya mengundang tamu terhormat, kaya dan penting untuk menunjukkan kelas kedudukannya di masyarakat, mengundang tamu tertentu yang diharapkan akan memberikan keuntungan bagi dirinya.

Injil hari ini mengajarkan kepada kita akan dua ajaran penting yang disampaikan Yesus setelah Ia memperhatikan keadaan, gaya dan tingkah laku tuan rumah dan para undangan pada perjamuan makan di rumah seorang Farisi yang penting (bdk Luk 14:1)

Ajaran pertama : orang yang kaya, terhormat, berkuasa, penting, sukar untuk rendah hati dan terbuka dihadapan Tuhan. Orang seperti itu penuh percaya akan kemampuan, harta milik, kehebatan dan keamanan diri sendiri. Padahal satu-satunya keamanan dan kepastian manusia akan hidupnya seharusnya berlandaskan pada relasinya dengan Allah. Sehingga Yesus menasehati agar : “ ... janganlah duduk di tempat kehormatan, sebab mungkin orang itu telah mengundang seorang yang lebih terhormat dari padamu .. pergilah duduk di tempat yang paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datang dan berkata kepadamu: Sahabat, silakan duduk di depan. Dan dengan demikian engkau akan menerima hormat di depan mata semua tamu yang lain, sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.” (bdk Luk 14:8-11)

Ajaran kedua : jangan mengundang orang dengan harapan nantinya akan membalas undangan kita. Sebaliknya undanglah mereka yang tidak mampu membalas atau memberikan sesuatu.(bdk Luk 14:12-14). Yesus mengundang untuk perjamuan dalam Kerajaan Nya justru untuk orang-orang yang tidak punya kedudukan, orang yang tersingkirkan yang tidak diperhatikan orang. Sehingga Yesus mengatakan “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.” (Mat 5:3) Hendaknya kita juga selalu bersiap sedia menerima undangan perjamuan Yesus dengan tetap selalu rendah hati dan mengandalkan Dia baik dalam sikap dan tindakan. Melayani sesama tanpa memikirkan balasan. Semoga !