Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

 

Bacaan 1: Hab.1:2-3;2:2-4 Bacaan 2: 2Tim.1:6-8,13-14 Bacaan Injil : Luk.17:5-10


TUHAN, TAMBAHKANLAH IMAN KAMI

 


Sabda Tuhan dalam Injil hari Minggu ini (Luk.17:5-10) mengingatkan kita: Apakah kita benar-benar telah secara total beriman kepada Yesus Kristus? Bahkan lebih dari itu, bacaan Injil Lukas ini ingin menunjukkan kepada kita bahwa para rasul yang setiap hari bersama dengan Yesus pun masih memohon agar Tuhan berkenan menambahkan iman pada mereka.


[17:5] Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: "Tambahkanlah iman kami!"
Kata 'tambahkanlah' mengandaikan bahwa para rasul sudah lebih dulu memiliki iman. Namun para murid ini menyadari, keimanan mereka masih kurang sempurna. Yesus menjawab permohonan mereka dengan menggunakan perumpamaan biji sesawi.


[17:6] Jawab Tuhan: "Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu."
Yesus kerap menggunakan perumpamaan dengan ‘biji sesawi’ dalam mengungkapkan sesuatu hal yang amat penting kepada para muridnya, seperti Kerajaan Allah (Mrk 4:31) atau Kerajaan Surga (Mat 13:31) dan iman (Mat 17:20 atau Luk 13:19 dan 17:6).


Mengapa biji sesawi? Masyarakat petani Palestina pada jaman itu tahu persis benih sesawi merupakan jenis biji paling kecil. Namun dalam biji sesawi ada daya energi kehidupan yang bertumbuh dan potensial bermanfaat bagi lingkungannya.

 

[Mat 13:32] “Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabangcabangnya."
Jadi sebenarnya pesan apa yang ingin disampaikan Yesus?

Kadar keimanan sejatinya bukan dinilai dari ukuran besar kecil atau kuantitasnya, tapi kualitas. Tak ada gunanya memiliki iman sebesar batu karang namun mati, tak bertumbuh, tidak mampu memberikan kehidupan rohani yang positif bagi diri dan lingkungannya. Rasul Paulus mengatakan, bahwa beriman kepada Allah haruslah total, tak perlu takut apalagi malu. Seperti ditegaskan dalam bacaan kedua [2Tes 1:7] “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.”


Selamat berhari Minggu. Tuhan memberkati