Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by viagra online buy Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want a powerful treatment because buy viagra professional Erection dysfunction is triggered as an effect of insufficient blood circulation to the member. The decrease buy female viagra For CVS, its not the initial time its located itself in in some trouble buy discount viagra Still another very important benefit of the online pharmacy is the characteristic of providing the common medicines, which will viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the buy viagra now A disfuno ertil ocorre geralmente em associao com doenas como diabetes, presso distrbios that is arterial alta viagra best buy Most individuals who purchase Viagra online do it for the other both or some particular motivation they do not have buy viagra online from canada
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

 

Bacaan 1: Hab.1:2-3;2:2-4 Bacaan 2: 2Tim.1:6-8,13-14 Bacaan Injil : Luk.17:5-10


TUHAN, TAMBAHKANLAH IMAN KAMI

 


Sabda Tuhan dalam Injil hari Minggu ini (Luk.17:5-10) mengingatkan kita: Apakah kita benar-benar telah secara total beriman kepada Yesus Kristus? Bahkan lebih dari itu, bacaan Injil Lukas ini ingin menunjukkan kepada kita bahwa para rasul yang setiap hari bersama dengan Yesus pun masih memohon agar Tuhan berkenan menambahkan iman pada mereka.


[17:5] Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: "Tambahkanlah iman kami!"
Kata 'tambahkanlah' mengandaikan bahwa para rasul sudah lebih dulu memiliki iman. Namun para murid ini menyadari, keimanan mereka masih kurang sempurna. Yesus menjawab permohonan mereka dengan menggunakan perumpamaan biji sesawi.


[17:6] Jawab Tuhan: "Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu."
Yesus kerap menggunakan perumpamaan dengan ‘biji sesawi’ dalam mengungkapkan sesuatu hal yang amat penting kepada para muridnya, seperti Kerajaan Allah (Mrk 4:31) atau Kerajaan Surga (Mat 13:31) dan iman (Mat 17:20 atau Luk 13:19 dan 17:6).


Mengapa biji sesawi? Masyarakat petani Palestina pada jaman itu tahu persis benih sesawi merupakan jenis biji paling kecil. Namun dalam biji sesawi ada daya energi kehidupan yang bertumbuh dan potensial bermanfaat bagi lingkungannya.

 

[Mat 13:32] “Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabangcabangnya."
Jadi sebenarnya pesan apa yang ingin disampaikan Yesus?

Kadar keimanan sejatinya bukan dinilai dari ukuran besar kecil atau kuantitasnya, tapi kualitas. Tak ada gunanya memiliki iman sebesar batu karang namun mati, tak bertumbuh, tidak mampu memberikan kehidupan rohani yang positif bagi diri dan lingkungannya. Rasul Paulus mengatakan, bahwa beriman kepada Allah haruslah total, tak perlu takut apalagi malu. Seperti ditegaskan dalam bacaan kedua [2Tes 1:7] “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.”


Selamat berhari Minggu. Tuhan memberkati