Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by viagra online buy Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want a powerful treatment because buy viagra professional Erection dysfunction is triggered as an effect of insufficient blood circulation to the member. The decrease buy female viagra For CVS, its not the initial time its located itself in in some trouble buy discount viagra Still another very important benefit of the online pharmacy is the characteristic of providing the common medicines, which will viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the buy viagra now A disfuno ertil ocorre geralmente em associao com doenas como diabetes, presso distrbios that is arterial alta viagra best buy Most individuals who purchase Viagra online do it for the other both or some particular motivation they do not have buy viagra online from canada
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

 

Bacaan 1: 2Raj. 5:14-17 Bacaan 2: 2Tim. 2:8-13 Bacaan Injil : Luk.17:11-19


Belajar dari Kisah Orang Samaria


Minggu ini, Injil Lukas mengajak kita untuk belajar bersyukur memuliakan Allah melalui kisah Yesus menyembuhkan 10 orang kusta (Luk.17:11-19). Penulis Injil Lukas memberikan perhatian lebih pada citra orang Samaria dibanding Matius, Markus, dan Yohanes. Sebut saja, semisal 'Kisah Orang Samaria yang baik hati' [Luk. 10:30-37] atau kisah orang Samaria penderita kusta yang disembuhkan Yesus [Luk. 17:11-19]. Bahkan Yesus mengutus para murid melakukan misi ke Samaria pun tercatat [Luk. 9:52-53].

 

Siapa sebenarnya ‘orang Samaria’ itu dan mengapa mereka dihinakan? Samaria adalah ibukota wilayah Israel Utara. Orang-orang Samaria dikenal sebagai penyembah dewa-dewi, berhala, dan Baal (dewa kesuburan orang Kanaan). Bahkan mereka memuja berhala di Bait Suci di Betel. Dalam konteks keagamaan, derajat orang-orang Samaria dipandang sangat rendah, dicap sebagai pendosa, hina, kafir, dsb. Setelah Samaria dikuasai bangsa Asyur (yang juga penyembah dewadewi) dan terjadi kawin campur, citra mereka kian hancur. Mereka dinilai sudah tidak murni lagi sebagai bangsa Israel, bangsa pilihan Allah. Di mata orang Israel, dosa ini tak terhapuskan hingga di jaman Yesus. Orang Samaria diasingkan layaknya penderita kusta. Dalam suasana sosial politik seperti itulah Yesus menyembuhkan 10 orang kusta. Salah seorang di antaranya orang Samaria. Jadi pesan apa yang ingin disampaikan Yesus dalam kisah ini? Pertama, Allah mengasihi semua orang tanpa pandang bulu. Tuhan Yesus sendiri yang telah mengajarkannya secara langsung. Kedua, Yesus membuka mata semua orang bahwa orang Samaria yang dinistakan itu lebih mampu bersyukur dan memuliakan Tuhan.


[Luk. 17:15-16] Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah orang Samaria.
Ada kritik keras Yesus pada kita yang kerap tak tahu berterimakasih meski pertolongan Tuhan setiap saat kita rasakan dan alami.


[Luk. 17:17-18] Lalu Yesus berkata: "Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu? Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?" Kritik pedas Yesus ini patut kita renungkan setiap hari. Selamat berhari Minggu, Tuhan memberkati